Berikut Ini Rincian Anggaran Kementerian ESDM yang Telah Disetujui DPR

DPR Setujui Anggaran Kementerian ESDM Tahun 2020
Berikut Ini Rincian Anggaran Kementerian ESDM yang Telah Disetujui DPR
Menteri ESDM Arifin Tasrif saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR/ Antaranews.com

Jakarta, Nusantaratv.com - DPR RI menyetujui usulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 9,67 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 58,4% dimanfaatkan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kami sudah memprioritaskan program di empat bidang migas, geologi, energi baru terbarukan dan konservasi energi serta pendidikan vokasi sebesar Rp 5.955,8 miliar," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Untuk program di sektor minyak dan gas bumi, Pemerintah akan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur 266.070 jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3.037,5 miliar, pembagian 5.000 paket konverter kit BBM ke BBG 3 Kg untuk nelayan dan petani sebesar Rp 432,5 miliar, 7 rekomendasi layanan infrastruktur gas Rp 55,6 miliar dan konversi minyak tanah ke LPG 3 untuk 522.616 paket sebesar Rp 266,5 miliar.

Baca Juga: Penjelasan Menkeu Soal Pembiayaan Infrastruktur pada Investor

Di sektor EBTKE, Kementerian ESDM akan merevitalisasi 24 unit Pembangkit Listrik EBT senilai Rp 50 miliar, 24 unit pembangunan biogas komunal Rp 28,6 miliar, pembangunan peralatan efisinsi energi (PJU-TS) untuk 45.000 unit Rp800 miliar, 23 unit pembangunan PLTS untuk pos pengamatan gunung api R p30 miliar, 800 unit pembangunan PLTS Atap Rp 175 miliar, 50 unit pengembangn PLTS di unit TNI Rp90 miliar dan 13 rekomendasi layanan infrastruktur EBTKE Rp 59,5 miliar.

Pada sektor geologi di tahun 2020, Pemerintah akan menfokuskan pengembangan geopark di dua lokasi senilai Rp 7,5 miliar, pengembangan pos pengamatan gunung api di 10 lokasi Rp 28,6 miliar, pembangunan 20 titik penyediaan bor air tanah dangkal untuk tanggap darurat Rp 2,4 miliar, 1.000 titik untuk pemboran air bersih di daerah sulit air Rp 554,1 miliar dan pengembangan peralatan tiga sistem mitigasi bencana geologi di 8 lokasi Rp 35 miliar.

Sedangkan di bidang pendidikan vokasi, akan ada pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan Bali Rp 94,3 miliar dan PEM Prabumulih Rp 114,8 miliar, pengembangan PEM Akamigas Cepu Rp 97,9 miliar dan PEM Bandung Rp 33,8 miliar serta diklat masyarakat bidang migas Rp 2,9 miliar, bidang geominerba Rp 2 miliar, bidang EBTKE Rp 1,3 miliar dan tambang bawah tanah Rp 2,1 miliar.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0