Anggaran Kemenkeu Tahun 2020 Mencapai Rp 43,5 Triliun

Anggaran Kemenkeu pada tahun 2020 tercatat mencapai diangka Rp 43,5 triliun
Anggaran Kemenkeu Tahun 2020 Mencapai Rp 43,5 Triliun
Menkeu Sri Mulyani Indrawati/ Kemenkeu

Jakarta, Nusantaratv.com - Komisi XI DPR telah menyetujui pagu anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam APBN 2020 sebesar Rp 43.511.223.211.000. 

Pada Rapat Kerja (Raker) Menteri Keuangan (Menkeu) dengan Komisi XI, Menkeu menjelaskan total pagu anggaran tidak ada perubahan namun sesuai pembahasan rapat Eselon I dengan Komisi XI terdapat realokasi anggaran pada beberapa unit Eselon I di lingkungan Kemenkeu untuk pembangunan data center, asuransi Barang Milik Negara dan integrasi Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).

"Kami menyampaikan adanya realokasi antarprogram yaitu ada Rp201.452,41 juta rupiah (Rp201 miliar lebih) yang direalokasikan ke Sekretariat Jenderal (Setjen). Ini adalah untuk pembangunan data center dan pemenuhan asuransi BMN, serta integrasi TIK dalam lingkup Kementerian Keuangan," ujar Menkeu di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menkeu menjelaskan bahwa dana realokasi untuk Setjen berasal dari beberapa unit Eselon I. Pertama, dari anggaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berkurang sebesar Rp 261.483.080.000 untuk pengalihan anggaran TIK. 

Baca Juga: Program Bedah Rumah di Kawasan Wisata Mandalika

Kemudian dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berkurang Rp 16.566.000.000 untuk TIK juga karena anggaran dikumpulkan di Sekretariat Jenderal (Setjen) untuk pengadaan TIK dan alasan keamanan. 

"Anggaran TIK ini tetap ada tapi sekarang dianggarkan di Setjen karena kita melakukan pooling untuk semua pengadaan TIK untuk konsolidasi security dan safetynya," kata Menkeu.

Sementara itu, anggaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) terdapat tambahan sebesar Rp 55.861.680.000 untuk pengembangan SPAN SAKTI MPNG3. Sedangkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tambahan yang didapat sebesar Rp 9.850.000.000 akan digunakan untuk pemenuhan mutasi pegawai DJKN dan pengalihan anggaran TIK. 

Sementara untuk Badan Kebijakan Fiskal (BKF) terdapat tambahan Rp 10.884.990.000 untuk penyelenggaraan acara World Congress The International Economic Association (IEA) Tahun 2020 dan pengalihan anggaran.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0