Kemenkes Sebut AstraZeneca Mampu Lawan Mutasi Covid-19

Batas akhir penggunaan vaksin covid-19 AstraZeneca yang sudah didatangkan ke Indonesia, Mei 2021

Ilustrasi vaksin covid-19 AstraZeneca/ist

Jakarta, Nusantara TV-Vaksin covid-19 AstraZeneca sempat diragukan setelah sejumlah negara termasuk Indonesia memutuskan menunda penggunaan vaksin ini. Keraguan tersebut dipicu oleh adanya isu yang menyebutkan vaksin AstraZeneca dapat menyebabkan pembekuan darah.

Namun keraguan tersebut ternyata tidak terbukti. Bahkan kini Kementerian Kesehatan (kemenkes) menyatakan vaksin AstraZeneca dapat memicu kekebalan lebih baik dibanding platform vaksin lama. Tak hanya itu, Kemenkes juga mengklaim  vaksin AstraZeneca mampu melawan mutasi Corona yang terus bermunculan. 

Bahkan, antibodi yang terbentuk pasca divaksin AstraZeneca diklaim memberi proteksi lebih tinggi daripada platform vaksin lama.

"Karena dia ini adalah platform baru kita tahu bahwa dia sebenarnya memberikan efek perlindungan yang dikatakan ya lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin-vaksin platform yang lama," kata Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dalam talkshow d'RoofTalk detik Selasa (23/2/2021).

Nadia mengatakan belum ada angka pasti terkait jumlah dosis vaksin AstraZeneca yang dibeli pemerintah. Setidaknya, kisaran yang ditargetkan disebut Nadia berada di 30 hingga 50 juta dosis.

Nadia lebih lanjut menjelaskan vaksin AstraZeneca dari awal uji klinisnya sudah ditujukan untuk lansia hingga pengidap komorbid. Berbeda dengan vaksin Sinovac yang awalnya tak bisa diberikan pada lansia usia di atas 60 tahun.

Baca juga: MUI Sebut Vaksinnya Mengandung Babi, Ini Bantahan Astrazeneca

"Jadi dia memang dalam memberikan proteksinya memang sangat baik di atas usia 60 tahun. DItambah lagi dengan orang-orang yang memiliki komorbid, karena kita tahu bahwa seperti orang yang gula darahya belum terkendali, atau tidak terkontrol tekanan darahnya, ini bisa sangat digunakan," paparnya.

Kemenkes memastikan vaksin AstraZeneca sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait keamanannya dan juga sudah mendapat fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal izin penggunaan vaksin dalam kondisi darurat.

Sebagai informasi, Indonesia sudah mendatangkan 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca. Vaksin yang memiliki masa berlaku penggunaan pada akhir Mei 2021 ini juga sudah didistribusikan ke  6 provinsi termasuk DKI Jakarta.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK