Karang Taruna Inisiasi Cegah Paham Radikal

Presiden Jokowi meminta kepada masyarakat untuk tenang menyikapi insiden yang terjadi saat ini

Musyawarah Karang Taruna Kedaung Kali Angke / Foto: Arf18

Nusantaratv.com - Aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasutri di gereja Katedral, Makassar dan penyerangan di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) beberapa waktu lalu ternyata mengganggu kenyamanan dan keamanan banyak orang di Indonesia.

Sebelumnya, dengan tegas Presiden Joko Widodo mengintruksikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BIN Budi Gunawan, bahwa tidak ada tempat bagi para terorisme di tanah air.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi seraya menanggapi insiden teror di Markas Besar Polri dan bom bunuh diri yang dilakukan pasutri di gereja Katedral, Makassar beberpa waktu lalu.

Presiden Jokowi juga meminta kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk tenang menyikapi insiden yang terjadi saat ini.

Baca juga: Eks Anak Buah Noerdin M. Top Kecam Aksi Bomber di Gereja Katedral Makassar

"Saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh tanah air agar semuanya tenang dan tapi juga  waspada dan menjaga persatuan dan kita semuanya bersatu melawan terorisme," pesannya beberapa waktu lalu.

Pernyataan Presiden Jokowi dalam bersatu melawan terorisme ternyata membangkitkan semangat para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan di Indonesia (Karang Taruna) untuk memberantas paham radikalisme mulai dari tingkat wilayah hingga per-daerah.

Untuk itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cengkareng, M. Khusnan pun langsung berinisiasi melakukan berbagai hal dalam menyebarluaskan pecegahan paham radikalisme di wilayah sekitar. Salah satunya dengan pembangunan pemahaman yang baik dalam berbangsa dan bernegara.

"Kami selaku Karang Taruna menginisiasi dalam hal untuk menyebar luaskan pencegahan paham radikalisme agar terhindar dalam hal-hal yang tidak semestinya," kata Khusnan, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Jelang Bulan Suci Ramadhan, Mantan Napiter Gaungkan Kamtibmas

"Adapun yang kami lakukan melalui pembangunan pemahaman tentang kebangsaaan melalui Karang Taruna sebagai oraganisasi sosial yang berlandasan pancasila dan menjunjung tinggi aturan-aturan NKRI dalam membangun karakter yang memiliki pemanahan yang baik dalam berbangsa dan bernegara," sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Karang Taruna Kelurahan Kedaung Kali Angke, Agust Panjaitan yang turut mengutuk aksi radikal yang dilakukan sejumlah oknum teroris mulai dari bom bunuh diri dan penyerangan terhadap Mabes Polri beberapa waktu lalu.

"Kami dari Karang Taruna mengutuk keras kejadian bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makasar dan penyerangan di Mabes Polri. Dalam mencegah virus pemahaman radikalisme kami dari Karang Taruna menginisiasi untuk mengadakan sosialisasi kepada pemuda pemudi di wilayah sekitar RT, RW, Kelurahan bahkan sampai tingkat Kecamatan agar tidak mudah terdokrtin paham radikalisme dan terorisme," ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh Karang Taruna dan juga masyarakat di Indonesia untuk selalu menjaga keamanan dan mecegah masuknya paham radikalisme di setiap wilayah, apalagi mayoritas warga di Indonesia akan menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

"Karang Taruna juga menghimbau kepada pemuda-pemudi Karang Taruna di seluruh wilayah agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi terhadap berita hoax yang beredar di media sosial yang kemungkinan dapat mengganggu kamtibmas dan memecah belah keutuhan bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Bintara Pembina Desa Kel. Kedaung Kali Angke, Ujang Husna mendukung langkah Karang Taruna yang merupakan garda terdepan para pemuda untuk mencegah masuknya paham radikalisme disetiap wilayah.

"Saya mendukung dan mengapresiasi kegiatan Karang Taruna sebagai garda terdepan dalam mencegah paham radikalisme khususnya kepada pemuda-pemudi dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif. Saya sebagai babinsa siap untuk berkolaborasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif demi memcegah hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," tegasnya.

Sebagai informasi, sampai hari Sabtu (3/4/2021) kemaren, kepolisian telah menangkap 60 terduga teroris di sejumlah wilayah seperti Makassar, Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK