Seorang Wanita Terdampar di Samudera Pasifik Bersama 31 Pria

Meskipun tampilannya tidak terlalu cantik, Kazuko digambarkan sebagai seorang ratu. Karena dialah satu-satunya wanita di...
Supriyanto - Kamutau?,Kamis, 30-07-2020 15:57 WIB
Seorang Wanita Terdampar di Samudera Pasifik Bersama 31 Pria
Kazuko Higa di tengah tentara Jepang terdampar di pulau Anatahan di Samudera Pasifik./bangkatribunnews.com

Nusantaratv.com - Usainya perang dunia ke-2, menyisakan sedikit cerita tentang orang-orang Jepang yang terdampar di pulau Anatahan di Samudera Pasifik. Geografi pulau Anatahan sendiri mencakup area 33 km persegi, dengan gunung berapi aktif.

Awalnya pulau Anatahan dimiliki oleh Spanyol, dari Spanyol pulau ini dijual ke Jerman. Usai Perang Dunia I, oleh Jerman pulau ini dijual ke Jepang.

Oleh pemerintah Jepang, pulau ini direnovasi dan diubah menjadi lahan perkebunan. Pemerintah Jepang mendatangkan seorang pengawas bernama Kikuichiro Higa, untuk mengawasi 45 pekerja perkebunan.

Baca Juga: Mengapa Bulan Tampil Beda Setiap Malam?

Kikuichiro Higa lalu mengajak seseorang untuk dijadikan wakilnya di Pulau Anatahan. Wakil Kikuichiro Higa ini bernama Shoichi Higa, dan isterinya bernama Kazuko Higa.

Saat Perang Dunia II pecah, pulau Anatahan tetap aman dan terbuka, tidak terpengaruh oleh hiruk-pikuknya perang. Namun Shoichi Higa mengkhawatirkan keselamatan saudara perempuannya yang tinggal di pulau Saipan. Ia pun memutuskan meninggalkan pulau itu untuk mencari saudarinya itu.

Sedangkan para pekerja kembali ke Jepang. Shoichi berjanji pada istrinya Kazuko bahwa dia akan segera kembali, tapi sejak saat itu tak pernah terdengar kabar darinya.

Mengira suaminya telah meninggal, dia memutuskan untuk menjadi istri Tuan Kikuichiro, bos dari suaminya. Namun tak lama kemudian pasangan baru ini mendapat teror bom dan melarikan diri ke dalam hutan.

Pada Juni 1944 Angkatan Udara AS, menembak tiga kapal perang Jepang di lepas pantai Anatahan. Tiga kapal Jepang yang mendapat serangan itu akhirnya tenggelam. 31 marinir Jepang yang selamat berenang ke darat dibantu Tuan Kikuichiro dan istrinya Kazuko.

Mereka hidup berdampingan selama bertahun-tahun dengan memanfaatkan hasil bumi yang ada. Para tentara yang ada pun memanfaatkan senjata dari kecelakan pesawat, mengambil baja untuk dibuat panci dan wajan serta memotong payung udara untuk dijadikan pakaian.
 
Ketika Jepang menyerah pada Agustus 1945, pesawat-pesawat Amerika menyebarkan selebaran di atas Pulau Anatahan dan mengatakan bahwa perang telah berakhir. Para tentara yang masih bertahan di pulau itu tidak percaya dengan selebaran itu, mereka tetap bertahan dan bertekad tetap tinggal di pulau itu.

Kondisi seperti itu berjalan normal hingga 1946 ketika tuan Kikuichiro sakit parah dan meninggal dunia. Akhirnya Kazuko, isteri almarhum, tampil menggantikan suaminya menjadi penguasa di pulau itu.

Meskipun tampilannya tidak terlalu cantik, Kazuko digambarkan sebagai seorang ratu. Karena dialah satu-satunya wanita di pulau itu. 

Lambat laun keberadaan wanita Kazuko yang tinggal sendirian bersama 31 pria menyebabkan timbul banyak masalah. Mungkin karena naluri laki-laki, ke-31 prajurit itu berebut menginginkan Kazuko menjadi isterinya. Akhirnya sering terjadi perkelahian di antara mereka.

Baca Juga: Ingin Punya Perut Rata? Coba Konsumsi 6 Siung Bawang Putih Panggang Per Hari

Untuk mencegah timbulnya keributan lebih lanjut, Jenderal Ishida yang memiliki pangkat paling tinggi di antara prajurit menunjuk seorang pria untuk menikahi Kazuko. Sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung lama, karena pria yang menikahi Kazuko itu ditemukan tenggelam tanpa sebab.

Setelah kejadian itu, Kazuko sempat menikah lagi dengan 4 orang lainnya. Namun pria yang menjadi suami Kazuko tak lama kemudian selalu ditemukan meninggal. Sudah 11 orang tewas termasuk satu ditemukan dengan 13 luka tusuk.

Diyakini bahwa pelakunya adalah prajurit yang sakit hati karena tidak menikah dengan Kazuko, hingga menyebabkannya saling membunuh.

Pada Juli 1950 para pria tersisa di pulau itu bertekat hendak membunuh Kazuko karena mereka pikir dia adalah sumber masalah.

Kazuko yang mendengar kabar itu segera melarikan diri, dan diselamatkan oleh militer AS, setelah beberapa minggu dia dikembalikan ke Jepang.

Sampai di sana dia menjadi selebritas karena kisahnya sebagai “Ratu Pulau Anatahan” yang hidup bersama 31 pria.

Ketika masyarakat sudah mulai melupakan Kazuko dia meninggalkan Tokyo dan kembali ke kota asalnya Oninawa.

Di kota lamanya ini tanpa diduga Kazuko bertemu dengan suaminya di masa lalu, Shoichi, ternyata Shoichi masih hidup tetapi karena perang dia tidak bisa kembali ke istrinya.

Setelah lebih satu dekade terpisah, pasangan itu kembali bersatu dan tinggal bersama.

Sedangkan 20 prajurit yang masih tersisa tetap bercokol di Pulau Anatahan selama 1 tahun, sejak Kazuko pergi, mereka tak percaya perang telah berakhir.

Namun, tahun 1951 ketika Amerika mengirim foto kerabat mereka, tentara itu memutuskan ingin kembali dan meninggalkan pulau itu.

Baca Juga: Daun Singkong Jenis Ini Berbahaya, Jangan Dimakan!

Salah satu tentara bernama Junji Inoue bercerita tentang saat dia tinggal bersama Kazuko di pulau itu, di mana 11 pria tewas karena memperebutkan cinta Kazuko.

Saat kembali ke Jepang, para prajurit yang tersisa ini kebanyakan telah ditinggal menikah lagi oleh isterinya karena dianggap telah meninggal dalam perang.

Sumber: https://hype.grid.id/

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0