Sejarah Kemerdekaan Yang Tertinggal di Gedung Joang '45

Masih ingatkah kamu dengan peristiwa penculikan Ir. Soekarno ke Rengasdengklok? Peristiwa tersebut adalah momen penting...
Supriyanto - Kamutau?,Kamis, 08-08-2019 11:34 WIB
Sejarah Kemerdekaan Yang Tertinggal di Gedung Joang '45
Dirgahayu Republik Indonesia!

Jakarta, Nusantaratv.com - Masih ingatkah kamu dengan peristiwa penculikan Ir. Soekarno ke Rengasdengklok? Peristiwa tersebut adalah momen penting yang membuat Hari Kemerdekaan Indonesia jatuh pada 17 Agustus. Rencana penculikan yang digawangi para pemuda tersebut ternyata disusun di sini, di Gedung Joang ‘45, Jakarta.

Markas Para Bapak Bangsa

Gedung yang dekat dengan Tugu Tani ini dulunya adalah markas pembinaan politik untuk para pemuda. Jadi, pada masa pendudukan Jepang, para pemuda mengambil alih gedung yang sebelumnya merupakan Hotel Schomper. Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Adam Malik, Chaerul Saleh, dan sejumlah tokoh lainnya, terlibat dalam pembinaan politik di gedung yang dahulu bernama Gedung Menteng 31.

 

Diorama peristiwa bersejarah di sekitar bulan Agustus 1945.

Sekarang, jika berkunjung ke Gedung Joang ‘45, kamu akan menemukan banyak peninggalan dan dokumentasi sejarah kemerdekaan. Ada patung para tokoh besar, diorama kejadian penting saat dan setelah kemerdekaan, barang-barang peninggalan, serta dokumentasi periode 1944-1949.

Bahkan, kamu juga dapat melihat langsung mobil Presiden Soekarno dan mobil Wakil Presiden Hatta yang terparkir di halaman belakang museum ini.


Bertemu Pemoeda Menteng 31

Peristiwa penculikan Soekarno ke Rengasdengklok merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam penentuan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, kalau tidak ada peristiwa ini, proklamasi kemerdekaan tidak akan dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945.

Pemoeda Menteng 31 menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok agar jauh dari pengaruh militer Jepang. Mereka lalu mendesak para Bapak Bangsa memproklamasikan kemerdekaan sesegera mungkin.

Kamu bisa ketemu dengan para Pemoeda Menteng 31 melalui foto-foto yang dipajang di museum ini. Foto-foto tersebut mendokumentasikan kejadian-kejadian bersejarah yang terjadi di hari-hari menjelang 17 Agustus 1945.

Di dalam gedung juga ada Bioskop Joang ‘45, tempat menonton video dokumenter sejarah, termasuk peristiwa penculikan tersebut. Salinan videonya bahkan bisa dibeli, lho!


Dokumentasi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Museum yang diresmikan tahun 1974 ini punya koleksi benda peninggalan sejarah dari peristiwa-peristiwa penting yang biasanya hanya diulas di buku pelajaran sekolah. Kamu juga bisa melihat poster-poster propaganda Jepang, baju dan senjata yang digunakan para gerilyawan, serta tandu yang digunakan untuk membopong Jenderal Soedirman.

Foto-foto hitam putih tentang perjuangan rakyat Indonesia yang ada di sini juga amat menggetarkan hati!

Poster Propaganda Jepang di Gedung Joang 45.

Karena museum ini luas, berkelilinglah sesuka hatimu. Jangan lewatkan halaman belakang yang rindang dan perpustakaan di sisi kanan gedung. Sempatkan juga untuk menonton video dokumenter kejadian-kejadian bersejarah seputar kemerdekaan negeri ini di Bioskop Joang 45. Selain itu, museum ini punya fasilitas lain, seperti Kantin Joang, toko suvenir, dan masjid yang adem. Oke banget, pokoknya!

Ruang menonton video peristiwa kemerdekaan.

Kamu bisa main ke Gedung Joang ‘45 dengan biaya yang sangat murah. Untuk dewasa dikenakan tarif Rp5 ribu, mahasiswa Rp3 ribu, sedangkan anak-anak Rp2 ribu. Museum ini berada di jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, tak jauh dari Tugu Tani. Museum beroperasi pukul 09.00 – 15.00, dari Selasa sampai Minggu.(wego.co.id)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0