Geger Emas Jarahan! Benarkah Inggris Pernah Jarah Emas Indonesia Sebanyak 57.000 Ton?

Keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II menuntut agar Inggris mengembalikan rampasan harta berupa emas sebanyak 57.000 ton.
Supriyanto - Kamutau?,Selasa, 28-07-2020 21:17 WIB
Geger Emas Jarahan! Benarkah Inggris Pernah Jarah Emas Indonesia Sebanyak 57.000 Ton?
(ilustrasi) Emas batangan./jd.id

Nusantaratv.com - Beberapa tahun lalu keberadaan emas milik Indonesia yang diklaim berada di luar negeri sempat bikin heboh tanah air. Pasalnya jumlah emas yang dijarah itu nilainya bisa bikin makmur seluruh rakyat Indonesia.

Kini masyarakat kembali dibikin heboh dengan munculnya gugatan soal pengembalian emas milik bangsa Indonesia yang dijarah pemerintah Inggris

Kasus ini mengemuka setelah keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II menuntut agar Inggris mengembalikan rampasan harta berupa emas di masa penjajahan pada tahun 1812 silam.

Berawal dari pernyataan seorang keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II), Fajar Bagoes Potranto. Ia mendesak Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo untuk membantu pengembalian aset keraton yang dijarah Inggris pada tahun 1812 silam.

Fajar yang juga merupakan Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional HB II itu menjabarkan bahwa harta benda yang dirampas Inggris berupa logam emas itu jumlahnya hingga 57 ribu ton.

Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa sejumlah manuskrip sastra, benda pusaka, perhiasan milik HB II dan dokumen penting kerajaan turut diangkut oleh pasukan Inggris saat Perang Sapehi.

Mengutip dari laman resmi Kraton Jogja, Perang Sepehi atau Geger Sepehi terjadi pada tahun 1811 hingga 1812.

Baca Juga: Viral Persyaratan Tabungan Rp 100 Juta untuk Masuk ITB

Dilansir dari Kumparan (26/07/2020), jumlah emas yang dituntut untuk dikembalikan berjumlah 57.000 ton. Hal ini jelas sangat mengejutkan sekaligus mengundang tanya, benarkah Inggris telah menggasak emas milik bangsawan Keraton Yogyakarta pada 208 tahun yang lalu? Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Semua berawal dari peristiwa yang disebut sebagai Geger Sepehi dan berlangsung dalam satu periode. Pada masa itu, tentara Inggris dianggap merampas barang-barang berharga milik Keraton Yogyakarta yang kala itu berada pada masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono II sebagai Raja. Kini, keturunannya merasa bahwa benda berharga tersebut harus dikembalikan.

Tuntutan agar Inggris mengembalikan emas sebanyak 57.000 ton disampaikan oleh Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional HB II, Fajar Bagoes Poetranto. Dirinya meminta agar emas-emas tersebut dikembalikan pada para keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono II.

Jumlah 57.000 ton emas yang dituntut untuk dikembalikan memang luar biasa. Jika dikalikan dengan harga emas batangan terbaru per Senin (27/7) sebesar Rp 997.000 per gram, jumlah tersebut dikali dengan 57.000 ton emas dan hasilnya adalah Rp56 ribu triliun lebih. Jelas ini adalah jumlah yang sangat besar.

Dikutip dari suara.com, Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon menyarankan agar pihak Keraton Yoyakarta meminta kembali barang pusaka yang dirampas Inggris ketika masa penjajahan dahulu.

Ia menganggap bahwa kekejaman Raffles membuat Keraton Yogyakarta Hadiningrat kehilangan berbagai benda pusaka, termasuk 57 ribu ton emas yang dijarah pada masa penjajahan Inggris.

“Rafless memang menjarah secara brutal. Sudah seharusnya Keraton Yogya secara resmi meminta kembali semua barang-barang termasuk pusaka yang dijarah Rafless dan Inggris Zaman itu,” kata Fadli Zon di laman Twitter-nya, Senin (27/7/2020).


 

Peristiwa mengejutkan yang ditanggapi oleh ahli

Meski demikian, tuntutan pengembalian emas tersebut juga ditanggapi oleh Pakar Hukum Internasional yang juga Guru Besar Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. Menurut dirinya, hal tersebut tidak rasional dan terkesan mengada-ada. “Ini gugatannya enggak rasional, jadi bahan ketawaan saja,” ucapnya yang dikutip dari Kumparan (26/07/2020).

Baca Juga: Harga Emas Antam Hampir Tembus Rp 1 Juta

Masih menurut Hikmahanto, alasan tersebut tidak rasional lantaran peristiwanya terjadi pada 1812 silam. Saat itu Indonesia belum ada karena baru resmi diakui sebagai negara sejak proklamasi pada 1945. Selain itu, klaim tersebut harus dibuktikan dengan keberadaan harta tersebut secara legal. Pun jika dikembalikan tidak bisa diserahkan pada perorangan, tapi pada negara.

Hikmahanto Juwana (headtopics)

Emas 57.000 ton tentu merupakan jumlah yang sangat luar biasa. Tentu saja gugatan yang diajukan ke pemerintah Inggris harus dengan ditunjang fakta sejarah yang akurat dan riset secara profesional. Tentu ini akan memakan waktu dan proses yang tidak mudah. Mengingat gugatan ditujukan pada negara lain yang notabene memiliki pengaruh yang besar.

Sumber: boombastis.com

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1