17 Agustus dan Makna Perayaan di Dalamnya

Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat di seluruh Indonesia selalu antusias memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Supriyanto - Kamutau?,Jumat, 16-08-2019 09:42 WIB
17 Agustus dan Makna Perayaan di Dalamnya
Dirgahayu Republik Indonesia!

Nusantaratv.com - Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat di seluruh Indonesia selalu antusias memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan dilakukan dengan melakukan upacara bendera baik di sekolah-sekolah, instansi-instansi pemerintahan dan tentu yang selalu ditunggu upacara hari Proklamasi di Istana negara.

Euforia masyarakat menyambut hari kemerdekaan terbilang sangat tinggi. Berbagai lomba-lomba pun digelar seperti panjat pinang, balap karung, hingga makan kerupuk. Untuk membuat para peserta lomba bersemangat, biasanya panitia menyediakan bermacam hadiah untuk peserta yang menjuarai perlombaan. Hal ini membuat banyak orang ikut berpartisipasi dalam acara perayaan 17 Agustus.

Perayaan 17 Agustus dimeriahkan tak hanya oleh anak-anak. Berbagai suku, bangsa, muda, hingga tua pasti ikut berpartisipasi dalam perayaan tahunan ini.

Namun tahukah kamu bahwa perlombaan yang digelar setiap tahun ini memiliki filosofi dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Sayangnya tak diketahui siapa yang mengawali dan memiliki ide lomba-lomba yang digelar ini.

Berikut makna dari beberapa lomba yang digelar saat perayaan 17 Agustus yang dilansir dari beberapa sumber.

Balap Karung

Ilustrasi perlombaan balap karung saat perayaan 17 Agustus. (Foto/Asuransi88.com)

Perlombaan yang satu ini sangat populer hingga tak ada satupun yang tak mengenalnya. Hampir disetiap wilayah hingga pelosok daerah di Indonesia rutin menggelar lomba ini. Bukan hanya pada perayaan 17 Agustus saja, lomba ini juga sering dilaksanakan di hari-hari penting di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, lomba ini menampilkan sejumlah peserta yang diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlari sampai ke garis akhir. Yang membuat menarik dari lomba ini, tak sedikit peserta yang terjatuh dalam usahanya mencapai garis finis.

Sejarah dari perlombaan ini adalah pada zaman pendudukan Jepang, penduduk Indonesia sangat miskin sampai-sampai tak sanggup untuk membeli sandang. Maka, untuk bisa berpakaian masyarakat kala itu menjadikan karung goni sebagai pakaian alternatif.

Karung goni memang sangat populer pada masa penjajahan. Karena hanya barang ini saja yang sangat mudah ditemukan dan dimiliki masyarakat Indonesia kala itu.

Tarik Tambang

Ilustrasi perlombaan tarik tambang saat perayaan 17 Agustus. (Foto/indosport.com)

Pertandingan yang melibatkan dua regu, dengan 5 atau lebih peserta ini juga hampir tak pernah ketinggalan dalam perayaan 17 Agustus. Karena kepopulerannya, perlombaan ini juga sering dilaksanakan saat momen-momen penting di Indonesia.

Lomba ini menyajikan pertarungan dua regu. peralatannya hanya menggunakan sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Untuk menentukan kemenangan, salah satu regu yang berhasil menarik lawannya ke daerahnya dinyatakan sebagai pemenang.

Makna yang terkandung dalam lomba ini adalah kekompakan tim. Lomba ini bukan sekedar adu kekuatan. Tarik tambang mengajarkan makna gotongroyong, kebersamaan, dan solidaritas. Meski kelihatan simple, perlombaan yang satu ini memiliki makna yang sangat penting untuk membangun bangsa.

Makan Kerupuk


Ilustrasi perlombaan makan kerupuk saat perayaan 17 Agustus. (Foto/rimanews.com)

Lomba makan kerupuk adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Dalam pelaksanaannya, panitia perlombaan biasanya menyiapkan sejumlah kerupuk untuk peserta yang digantung dengan tali secara berjejer pada sebuah tali panjang.

Kemudian, para peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing, dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya. Dalam hal ini, semua peserta dalam melaksanakan lomba harus diikat tangannya.

Nah, pada lomba kali ini digambarkan sejarah masa penjajahan yang sangat sulit. Memang, pada masa penjajahan masyarakat indonesia memang susah dalam hal memenuhi kebutuhan pangan. Jadi, makna sejarah yang terkandung dalam lomba ini sangatlah menyentuh.

Panjat Pinang

Ilustrasi perlombaan panjat pinang saat perayaan 17 Agustus. (Foto/antarafoto)

Perlombaan yang satu ini memang menjadi primadona saat perayaan 17 Agustus. Dalam pelaksanaannya, lomba ini menyediakan sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas atau oli bekas dan sabun untuk melicinkannya.

Di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik, dari makanan hingga hadiah menarik lainnya. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon yang biasanya pohon pinang.

Permainan panjat pinang mengajarkan pemainnya tentang kerja sama dan kerja keras. Selain itu sikap pantang menyerah juga tercermin dari permainan ini. Wah, selain seru ada nilai positifnya juga ternyata.

Lomba Memasukkan Pensil ke dalam Botol

Sumber : Youtube

Lomba yang satu ini memiliki makna kesabaran dan ketepatan. hal ini juga menjadi dua hal yang penting yang dibutuhkan oleh para pahlawan Indonesia untuk mengusir para penjajah. Dengan bambu runcing yang memiliki bentuk seperti pensil, rakyat Indonesia melakukan penyerbuan secara diam-diam dan waktu yang tepat. Hal itu menjadi filosofi lomba memasukkan pensil dalam botol.


Merawat Tradisi Perayaan 17 Agustus

Perlombaan perayaan 17 Agustus di kota-kota saat ini mulai tergerus seiring lahan untuk penyelenggaraan lomba semakin sempit. Akibatnya, tak sedikit daerah yang urung melaksanakan perayaan lomba. Padahal, lomba tahunan ini sudah menjadi tradisi Indonesia atau identitas negara kita.

Indonesia sangat beruntung memiliki tradisi yang beragam seperti, perayaan 17 Agustus.  Yuk lestarikan, jangan sampai hilang ya. (Merahputih.com)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0