Intrik Cinta Hingga Kutukan, Misteri Dibalik Pembuatan Candi

Candi-candi dan pesan yang disampaikan lewat arsitektur, relief, serta arca-arcanya tak pernah lepas dari unsur spiritualitas,...
Supriyanto - Kamutau?,Kamis, 27-08-2020 09:33 WIB
Intrik Cinta Hingga Kutukan, Misteri Dibalik Pembuatan Candi
Candi Prambanan./m.medcom.id

Nusantaratv.com - Candi adalah istilah dalam Bahasa Indonesia yang merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Candi merupakan bangunan replika tempat tinggal para dewa yang sebenarnya, yaitu Gunung Mahameru. Karena itu, seni arsitekturnya dihias dengan berbagai macam ukiran dan pahatan berupa pola hias yang disesuaikan dengan alam Gunung Mahameru. Candi-candi dan pesan yang disampaikan lewat arsitektur, relief, serta arca-arcanya tak pernah lepas dari unsur spiritualitas, daya cipta, dan keterampilan para pembuatnya.

Cerita misteri dan sejarah candi-candi Nusantara mengusik rasa ingin tahu arkeolog, ahli sejarah, hingga khalayak luas. Berdiri kokoh dan megah melintasi berbagai zaman, jangan sampai kekayaan Tanah Air ini musnah tak terawat.

Candi Plaosan

Candi Plaosan menjadi bukti cinta Raja Rakai Pikatan beragama Hindu yang menikah dengan Pramordhawardani dari Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Bangunan bersejarah yang terletak di Klaten, Jawa Tengah ini menjadi simbol cinta dan bukti bahwa toleransi umat beragama sudah ada sejak zaman nenek moyang kita.

Baca Juga: Menjelajah Kastil Termegah di Dunia

Berkat kisah cinta kedua insan beda keyakinan itu, tersebar mitos bahwa pasangan kekasih yang datang ke sini akan langgeng menjalin hubungan. Inilah yang menggelitik pengunjung singgah. Bahkan tak jarang ada yang menjadikan Candi Plaosan sebagai lokasi foto prewedding.

Candi Borobudur


Candi yang satu ini terletak di Magelang, memiliki 72 stupa berbentuk lonceng terbaik. Banyak yang mengatakan stupa utama yang ada di tengah berfungsi seperti jarum jam dan stupa sekelilingnya sebagai penunjuk menit atau penanda.

Diduga, sinar matahari akan menghasilkan bayangan yang bisa menunjukkan waktu. Namun demikian, masih menjadi misteri bagaimana cara membaca waktu dari stupa yang ada di Candi Borobudur.

Candi Ijo


Nama Candi Ijo pasti sudah tidak asing untuk para penjelajah, terutama yang gemar berpetualang sambil mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Nama Candi ini diambil dari lokasinya yang berada di sebuah bukit hijau atau Gumuk Ijo. Kompleks candi berundak ini sering jadi jujukan anak muda yang ingin mencari spot sunset di Yogyakarta.

Candi berlatar belakang agama Hindu ini merupakan bangunan pemujaan peninggalan masa klasik Jawa Tengah atau zaman Hindu-Buddha. Candi ini terdiri dari 11 teras, di beberapa teras terdapat bangunan dan prasasti.

Salah satu teras yang mengusik rasa penasaran pengunjung adalah teras ke-8 (sumber lain menyebutkan teras ke-9). Pasalnya, di sini terdapat prasasti berisi 16 buah kalimat yang diduga mantra kutukan yang diulang-ulang berbunyi ‘Om sarwwawinasa, sarwwawinasa’. Sayangnya, makna sebenarnya kalimat tersebut masih belum ada yang bisa memecahkan.

Mencintai peninggalan sejarah bisa diwujudkan dengan menjaga kelestariannya. Mempercantiknya dengan pepohonan dan bunga-bunga bisa jadi salah satu aksi nyata. 


Situs Ratu Boko


Tak hanya Candi Ijo, Situs Ratu Boko dikenal dengan pemandangan sunset-nya yang sungguh indah. Bahkan banyak yang menyebutnya terbaik di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Hingga sekarang, Situs Ratu Boko diselimuti banyak misteri. Alih-alih dianggap bualan, deretan misteri tersebut justru memperkaya cerita rakyat peninggalan sejarah yang letaknya tak jauh dari lokasi wisata lainnya.

Beredar cerita di masyarakat, Ratu Boko merupakan istana Raja Baka/Boko, ayahanda Roro Jonggrang. Bahkan terdapat beberapa kolam yang disebut-sebut tempat pemandian putri raja dan dayang-dayangnya. Sayangnya, kisah Raja Baka tak tercatat dalam sejarah.

Tersebar pula cerita berdasarkan isi prasasti Rakai Panangkaran, Ratu Boko dulunya tempat beribadah bernama Abhyagiri Wihara. Ada pula yang percaya bahwa saking indahnya pemandangan di sekeliling situs ini, mengartikan Ratu Boko tempat para raja beristirahat.


Candi Prambanan


Kalau Candi yang satu ini, tidak mungkin absen sebagai wisata liburan para turis lokal dan turis asing. Kompleks Candi Prambanan ini identik dengan cerita rakyat Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging dan Roro Jonggrang dari Kerajaan Baka/Boko. Roro Jonggrang yang enggan diperistri Bandung Bondowoso lantaran sang ayah dibunuh oleh pangeran Kerajaan Pengging itu, mengajukan syarat pembuatan seribu candi selama satu malam.

Namun upaya Bandung Bondowoso itu gagal akibat tipu daya Roro Jonggrang yang menyuruh dayang-dayangnya menumbuk padi sebagai tanda pagi segera tiba. Hal ini membuat bala lelembut Bandung Bondowoso yang telah membangun 999 candi kabur ketakutan.

Baca Juga: Daftar Letusan Gunung Terdahsyat di Dunia

Untuk meredakan kemurkaannya, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu, melengkapi seribu candi yang diminta sang putri sendiri.

Sayangnya cerita rakyat Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso ini tidak digambarkan di relief sisi manapun Candi Prambanan. Tak pelak menguatkan kedua sosok itu hanya bagian cerita rakyat yang telah turun-temurun ada.

Namun yang masih menjadi perhatian, intrik cinta Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso ini akhirnya dikaitkan dengan mitos siapa saja pasangan kekasih yang berkunjung ke sini, tak lama kemudian mereka akan putus.

Sumber: brilio.net

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1