A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name_slug' of non-object

Filename: partials/head_detail.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /home/nusantaratv/public_html/application/views/desktop/partials/head_detail.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /home/nusantaratv/public_html/application/views/desktop/partials/_header.php
Line: 14
Function: view

File: /home/nusantaratv/public_html/application/controllers/_kanal/Kamutau.php
Line: 178
Function: view

File: /home/nusantaratv/public_html/index.php
Line: 124
Function: require_once

"/>

Indonesia 'Naksir' Pesawat Eurofighter Typhoon Austria, Segini Harganya

Indonesia mengharapkan untuk membeli 48 pesawat dengan estimasi biaya unit $ 50-60 juta.
Sarah Fiba - Kamutau?,Rabu, 29-07-2020 16:45 WIB
Indonesia 'Naksir' Pesawat Eurofighter Typhoon Austria, Segini Harganya
(Asian Times)

Nusantaratv.com- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah lama mengincar Eurofighter Typhoon bekas yang ditawarkan oleh Angkatan Udara Austria, suatu pengadaan yang bertujuan untuk memperkuat pertahanan dari serbuan Cina ke perairan Indonesia di Laut Cina Selatan.

Penentuan harga tampaknya menjadi alasan utama minat mantan jenderal militer itu untuk membeli 15 topan bermesin ganda, yang diakuisisi oleh Austria pada 2002 di tengah kontroversi yang berkepanjangan mengenai efektivitas biaya dan dugaan korupsi mereka.

Namun tidak seperti pendahulunya, Prabowo memiliki pandangan yang lebih strategis tentang peralatan apa yang dibutuhkan Indonesia untuk meningkatkan kekuatan udara garis depannya.

Juga menambahkan lebih banyak frigat berpeluru kendali ke angkatan laut yang menghadapi tantangan yang semakin meningkat dari Tiongkok di perbatasan maritim utara.

Kementerian Pertahanan Austria mengumumkan tiga tahun lalu bahwa mereka berniat untuk menggantikan pesawat tempur superioritas udara pada tahun 2020, dengan mengatakan bahwa terus menggunakan Typhoonsover selama 30 tahun akan menelan biaya US $ 5 miliar, sebagian besar dihabiskan untuk pemeliharaan.

Melansir AsianTimes, topanpan akan menambah ekor logistik ketiga ke Angkatan Udara Indonesia.

Yang saat ini memiliki armada garis depan dengan 16 pejuang multi-peran Su-27/30 buatan Rusia dan tiga skuadron Lockheed Martin F-16 yang diproduksi AS, baru-baru ini digunakan pada patroli udara di Laut Cina Selatan.

Pembelian satu skuadron tambahan pesawat jet Sukhoi kini tampaknya tidak masuk akal karena dikhawatirkan sanksi Amerika karena membeli jet dan rudal Rusia, sebuah hukuman yang dijatuhkan pada Moskow karena diduga ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016.

Prabowo telah mendekati Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner atas usulan pengadaan. 

Jika penjualan berlanjut, diharapkan Topan akan ditingkatkan ke standar Tranche 3A, memberi mereka peran pertahanan udara dan serangan darat.

Indonesia akan menjadi negara Asia pertama yang mengoperasikan pesawat itu.

 Lebih dari 500 pesawat saat ini dalam pelayanan dengan sembilan angkatan udara di Eropa dan Timur Tengah. Harga satuan jet baru adalah $ 100 juta.

Penerbangan uji pertama dari pesawat tempur baru ini dijadwalkan untuk tahun 2022, dengan manufaktur kemungkinan akan dimulai pada tahun 2026.

Indonesia mengharapkan untuk membeli 48 pesawat dengan estimasi biaya unit $ 50-60 juta.

Sebelum Topan menarik perhatiannya, Prabowo telah melihat pesawat tempur multi-peran Dassault Rafale yang dikembangkan sendiri oleh Prancis setelah keluar dari program Eurofighter karena perselisihan dengan Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman, mitra lainnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0