Tubuh Kita Masih Berevolusi?

Anak-anak yang makan makanan padat lebih sering, memiliki gigitan yang lebih baik dan gigi lebih lurus.
Supriyanto - Kamutau?,Selasa, 04-08-2020 18:46 WIB
Tubuh Kita Masih Berevolusi?
Benarkah tubuh manusia masih berevolusi?/sejarah-negara.com

Nusantaratv.com - Sekarang ini sering kita lihat banyak pria yang mengalami kebotakan meski usia mereka masih relatif muda. Disamping itu juga banyak anak-anak yang memiliki penglihatan buruk.

Ternyata hal itu dipengaruhi oleh gaya hidup kita. Dan gaya hidup ini akan mempengaruhi dan menentukan seperti apa keturunan kita nanti.

Dikutip dari Brightside.me, ada beberapa perubahan yang terjadi di depan mata kita dan menjadi bukti bahwa tubuh manusia masih berevolusi.

Baca Juga: Lash Lift Membuat Bulu Mata Tebal dan Panjang Permanen?

1. Bintik Pigmen
Bintik-bintik pigmen (freckles) muncul ketika seseorang menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari, tetapi menghilang ketika tidak ada banyak paparan sinar UV dan kulit dapat mensintesis vitamin D. Sekarang, bintik-bintik terlihat pada lebih banyak orang, tidak peduli apa warna kulit dan rambut mereka.

Ini semua tentang gen dengan mutasi yang membantu nenek moyang manusia hidup di wilayah di mana ada sangat sedikit sinar matahari di musim dingin dan banyak di musim panas. Hari ini, bintik-bintik terus melindungi kita dari sinar matahari yang terlalu banyak.

2. Pria dan Kebotakan
Kehidupan hari ini sering disertai dengan stres, ketegangan, atau frustrasi yang konstan. Akibatnya, pria dapat mulai menjadi botak sejak usia 20 tahun dan ini menjadi normal baru.

Juga, makan diet vegetarian juga berperan di sini: ketika orang berhenti makan hewan, mereka jarang berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu cara makan diet seimbang. Akibatnya, kekurangan seng dan zat besi memiliki efek negatif pada kesehatan rambut.

3. Operasi Caesar
Praktik bedah caesar yang teratur telah mengurangi angka kematian ibu dalam kasus-kasus di mana janin terlalu besar untuk masuk melalui saluran panggul ibu.

Meningkatnya jumlah anak perempuan yang selamat dari melahirkan dengan cara ini telah menyebabkan semakin banyak wanita yang membutuhkan operasi caesar selama persalinan. Ilmuwan memprediksi respons evolusi yang mungkin menyebabkan jumlah ini meningkat lebih jauh di masa depan.

4. Massa Otot Berkurang
Kurangnya aktivitas fisik dalam kehidupan orang modern membuat tulang kurang kuat dan lebih ringan. Untuk menghindari hal ini, para ilmuwan merekomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik yang baik setiap hari.

5. Golongan Darah Baru
Mutasi selama evolusi manusia modern telah menyebabkan munculnya jenis darah baru. Sebagai contoh, sangat sedikit orang yang disebut darah emas. Ini sangat berharga: dapat ditransfusikan kepada siapa pun dengan golongan darah apa pun.

6. Sistem Imun Semakin Lemah
Karena kita menjaga rumah kita tetap bersih, jumlah orang yang menderita alergi, asma, dan masalah autoimun terus bertambah. Kenapa?

Sistem kekebalan tubuh kita memiliki lebih sedikit peluang untuk berinteraksi dengan bakteri dan virus, sehingga menjadi sangat sensitif dan sering menyerang tubuh kita sendiri.

Juga, orang yang mengandalkan pengobatan, bahkan dalam situasi di mana tubuh mereka dapat menangani masalah dengan sendirinya, adalah hal yang buruk. Kita menjadi lebih lemah dan lebih rentan.

7. Masalah Mata
Anak-anak modern menghabiskan beberapa jam sehari di depan layar komputer. Akibatnya, perubahan tertentu dalam cara mata mereka berfungsi: mereka melihat dengan sangat baik pada jarak pendek, tetapi tidak dapat melihat sesuatu dari jauh dengan sangat baik. Perkembangan rabun jauh bisa diperlambat tetapi tidak bisa dihentikan, jadi solusinya adalah memakai kacamata atau menjalani operasi.

8. Masalah Gigi
Para ilmuwan menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di kota, dengan kualitas hidup yang tinggi, lebih sering menderita masalah ortodontik. Dan anak-anak yang makan makanan padat lebih sering, memiliki gigitan yang lebih baik dan gigi lebih lurus.

Ini membuktikan bahwa pola makan dan apa yang dimakan memengaruhi perkembangan rahang kita dan itu mungkin benar-benar normal untuk generasi mendatang.

Sumber: liputan6.com
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0