Tiga Aplikasi Anak di Hapus Google

Ketiga aplikasi ini telah dihapus dari Google Play Store karena telah mengambil data pribadi pengguna.
Supriyanto - Kamutau?,Senin, 26-10-2020 15:14 WIB
Tiga Aplikasi Anak di Hapus Google
Google hapus tiga aplikasi anak yang melanggar kebijakan.

Nusantaratv.comGoogle telah memblokir tiga aplikasi anak-anak yang disinyalir telah melanggar kebijakan yang diterapkan pihak Google. Aplikasi yang dimaksud adalah, Princess Salon, Number Coloring dan Cats & Cosplay. Ketiga aplikasi ini telah dihapus dari Google Play Store karena telah mengambil data pribadi pengguna.

Pelanggaran yang dilakukan oleh ketiga aplikasi tersebut diketahui oleh para peneliti dari Dewan Akuntabilitas Digital Internasional atau IDAC. Ketiganya dituduh telah mengumpulkan data pribadi secara ilegal.

Laporan dari Techcrunch yang diunggah pada 26 Oktober 2020, menyebutkan ketiga aplikasi ini berpotensi mengakses ID Android dan Android Avertising ID (AAID). Menanggapi laporan dari pihak IDAC, pihak Goolge pun bergerak cepat dengan menghapus ketiga aplikasi dimaksud.

“Kami mengonfirmasi jika aplikasi yang dimaksud dalam laporan telah dihapus. Setiap kali kami menemukan aplikasi yang melanggar kebijakan, kami akan mengambil tindakan,” demikian keterangan resmi Google.

Baca Juga: Facebook Luncurkan Layanan Kencan di 32 Negara, Indonesia?

Ketiga aplikasi yang telah dihapus ini ternyata cukup terkenal dan diminati. Terkait ketiga aplikasi ini lebih kurang sudah 20 juta download di Google Play Store. Presiden IDAC, Quentin Palfrey, menyebutkan jika hasil temuannya telah menimbulkan kekhawatiran soal praktik pengambilan data pribadi.

“Praktik yang kami amati lewat penelitian adalah justru meningkatkan kekhawatiran mengenai praktik pengambilan data pribadi ilegal melalui ketiga aplikasi itu,” kata dia. Kejadian ini tak lama setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) bersama 11 negara bagian menggugat Google Alphabet Inc.

Raksasa teknologi itu dituding melanggar hukum karena mempertahankan posisinya sebagai yang teratas dalam penelusuran informasi dan iklan di dunia maya.

Selain itu para penggugat menuding jika uang dari pengiklan digunakan Google untuk membayar berbagai perusahaan smartphone. Salah satunya Apple.

Hal tersebut dilakukan agar tampilan raksasa mesin pencarian itu otomatis berada dalam platform browser pengguna smartphone. Langkah ini diambil sebagai perlindungan terhadap persaingan usaha dalam bisnis. Pada 1998, kasus antimonopoli juga pernah menimpa Microsoft Corp.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0