Tiba di Lokasi Ledakan, Macron : Lebanon Tidak Sendirian

Macron juga bertemu dengan Presiden Michel Aoun.
Sarah Fiba - Kamutau?,Jumat, 07-08-2020 08:39 WIB
Tiba di Lokasi Ledakan, Macron : Lebanon Tidak Sendirian
(AFP)

Nusantaratv.com- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Beirut yang terguncang pada Kamis (6/8/20),  menjanjikan dukungan dan mendesak perubahan setelah ledakan besar menghancurkan ibukota Lebanon dalam bencana yang telah memicu kesedihan dan kemarahan.

"Lebanon tidak sendirian," cuitnya pada saat kedatangan sebelum berjanji Paris akan mengoordinasikan upaya bantuan internasional setelah ledakan kolosal itu menewaskan sedikitnya 137 orang, melukai ribuan orang dan menyebabkan kerusakan miliaran dolar.

Namun Macron juga memperingatkan bahwa Lebanon - yang telah terperosok dalam krisis ekonomi yang dalam, sangat membutuhkan dana talangan dan tercabik-cabik oleh kekacauan politik - akan "terus tenggelam" kecuali jika negara itu menerapkan reformasi yang mendesak.

Macron mengunjungi zona ledakan di tepi pelabuhan Beirut, yang sekarang menjadi gurun reruntuhan yang menghitam, puing-puing dan puing-puing hangus di mana kawah selebar 140 meter (460 kaki) telah terisi air laut.

Kunjungan Macron ke negara kecil Mediterania itu, adalah yang pertama bagi seorang kepala negara asing sejak tragedi Selasa lalu. 

Dua hari kemudian, Lebanon masih belum pulih dari ledakan yang begitu dahsyat hingga dirasakan di negara-negara tetangga, awan berbentuk jamur menggambar perbandingannya dengan bom atom Hiroshima.

Korban tewas sementara mencapai 137 tetapi, dengan puluhan hilang dan 5.000 luka-luka, jumlah korban diperkirakan akan meningkat ketika petugas penyelamat terus menyisir puing-puing.

Macron juga bertemu dengan Presiden Michel Aoun. Ia menyatakan bahwa dia membawa pesan "persahabatan dan persaudaraan antara Prancis dan Lebanon."

"Pesawat bantuan Prancis tiba kemarin, dan pesawat lain akan tiba dalam beberapa jam," tegasnya.

"Kami kehilangan seorang insinyur Prancis dan banyak warga Prancis terluka, dan kami prihatin tentang nasib beberapa dari mereka," dia mengumumkan.

"Yang paling penting adalah solidaritas dan persaudaraan dengan Lebanon, dan kami tidak akan meninggalkan Anda," tambahnya.-Reuters 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0