Sampyuh, Penyembelih dan Hewan Kurban Sama-sama Meninggal

Saat Asmala terjatuh di depan majelis taklim Daar As Sabhil miliknya, warga setempat awalnya tidak mengira Asmala meninggal...
Supriyanto - Kamutau?,Minggu, 02-08-2020 16:41 WIB
Sampyuh, Penyembelih dan Hewan Kurban Sama-sama Meninggal
Seorang penyembelih hewan kurban meninggal saat menyembelih hewan kurban./kompas.com

Nusantaratv.com – Di hari Raya Kurban atau hari Raya Idul Adha, momen yang paling ditunggu-tunggu adalah saat penyembelihan hewan kurban. Seperti pada hari raya Idul Adha tahun-tahun sebelumnya, di hari raya Idul Adha 1 Syawal 1441 Hijriyah kali ini, juga banyak kejadian menarik mewarnai saat-saat penyembelihan hewan kurban.

Kejadian-kejadian lucu, menegangkan, hingga peristiwa duka terjadi di saat penyembelihan hewan kurban.

Kisah duka terjadi di Kampung Kasambilan, Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten pada Jumat (31/7/2020) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, seorang guru ngaji bernama Asmala (58) yang bertugas menyembelih hewan kurban, tiba-tiba jatuh tersungkur di tengah penyembelihan sapi.

Baca Juga: Daging Satenya Alot? Mungkin Ini Sebabnya

Asmala terjatuh lemas dengan kondisi tangan masih memegang golok. Warga yang tengah menyaksikan acara penyembelihan kurban pun tak menyangka bahwa kejadian itu merupakan akhir hayat dari guru ngaji tersebut.

Saat Asmala terjatuh di depan majelis taklim Daar As Sabhil miliknya, warga setempat awalnya tidak mengira Asmala meninggal dunia. Sebab, tidak ada tanda-tanda sedang sakit.

“Di lokasi juga sempat dikasih napas buatan sama anaknya. Pas dibawa ke puskesmas, Beliau sudah dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Pontang AKP Sudibyo Wardoyo, seperti dilansir dari Kompas.com.

Asmala sendiri, berdasarkan keterangan pihak keluarga, memang mempunyai riwayat penyakit jantung. Ada pembengkakan di area jantungnya.

Kondisi tersebut mengharuskan Asmala tak boleh terlalu lelah. Namun pada hari kejadian, Asmala diduga kelelahan hingga tubuhnya tak lagi mampu menopang dan kemudian terjatuh.

Dalam peristiwa ini, keluarga menganggap sebagai takdir atau ketentuan Allah.

“Keluarga menolak dilakukan otopsi, sehingga ba’da Jumat ini sudah dikebumikan,” Kapolsek menjelaskan.

Sumber: palingseru.com

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0