Ratusan Ribu Burung Mati Secara Misterius di Meksiko

Panas dan kekeringan yang ekstrim, juga telah disorot sebagai faktor yang memungkinkan. 
Sarah Fiba - Kamutau?,Kamis, 17-09-2020 15:32 WIB
Ratusan Ribu Burung Mati Secara Misterius di Meksiko
(Metro.co.uk)

Nusantaratv.com- Ratusan ribu burung telah mati di New Mexico - dengan para ahli biologi khawatir bahwa kebakaran hutan yang mengamuk di seluruh Pantai Barat AS dapat menjadi penyebabnya. 

Fenomena misterius diyakini telah dimulai sekitar 20 Agustus, ketika hewan mati yang tak terhitung jumlahnya ditemukan di Lapangan Rudal Pasir Putih Angkatan Darat AS di New Mexico.

Namun insiden tersebut telah terjadi di seluruh negara bagian, serta di Colorado, Texas, dan Meksiko, sementara penduduk setempat di Arizona dan Nebraska juga dikatakan telah menemukan banyak bangkai - dengan jumlah keseluruhan bahkan mungkin mencapai satu juta. 

Berbagai spesies, termasuk burung layang-layang, penangkap lalat, burung pengicau, burung biru, burung pipit, burung hitam dan lainnya, telah ditemukan mati dalam insiden 'menghancurkan', menurut laporan media lokal,

Panas dan kekeringan yang ekstrim, juga telah disorot sebagai faktor yang memungkinkan. 

Para ahli mengatakan perubahan iklim 'memainkan peran' tetapi tidak dapat mengatakan dengan tepat berapa banyak burung yang mati, atau menjelaskan dengan pasti mengapa mereka semua mati. 

Martha Desmond, seorang profesor di departemen ikan, satwa liar dan ekologi konservasi Universitas Negeri New Mexico, mengatakan kepada CNN : `` Ini mengerikan. Jumlahnya ada di enam angka. 'Hanya dengan melihat ruang lingkup dari apa yang kami lihat, kami tahu ini adalah peristiwa yang sangat besar, ratusan ribu dan bahkan mungkin jutaan unggas mati, dan kami melihat ke ujung yang lebih tinggi.'

Banyak penonton yang berpendapat bahwa faktor yang paling mungkin adalah kebakaran hutan yang terjadi di California, Oregon dan negara bagian Washington. 

Profesor Desmond menyarankan beberapa burung yang dipaksa bermigrasi lebih awal karena kebakaran mungkin tidak memiliki cadangan lemak yang cukup untuk bertahan hidup, tetapi mengatakan 'sesuatu yang lain telah terjadi di samping peristiwa cuaca', yang belum dapat mereka jelaskan.

Bersama timnya, dia mulai mendokumentasikan kematian sekitar 300 burung pada Sabtu, 12 September, bersama dengan ahli biologi dari White Sands Missile Range.

Dia mengatakan kepada CNN bahwa penduduk dan ahli biologi melaporkan burung berperilaku tidak normal sebelum mati. -Metro.co. uk

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0