Perbedaan Lampu Pijar dan Halogen pada Motor

Bagi yang aktif berkendara, pasti sudah sangat merasakan manfaat lampu pada kendaraan.
Supriyanto - Kamutau?,Kamis, 15-10-2020 14:12 WIB
Perbedaan Lampu Pijar dan Halogen pada Motor
Lampu diperlukan saat kita berkendara di malam hari.

Nusantaratv.com - Bagi yang aktif berkendara, pasti sudah sangat merasakan manfaat lampu pada kendaraan. Komponen yang satu itu, memang punya peran penting untuk keselamatan berkendara, apalagi di malam hari. 

Dengan menyalakan lampu, maka kita bisa melihat lingkungan di sekitar kendaraan. Hal itu akan membantu kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Anda bisa menyalakan lampu low beam, lampu jarak dekat untuk malam hari. 

Fungsinya tentu untuk menerangi jalan pada malam hari. Nah, jika anda ingin mendahului kendaraan di depan, manfaatkanlah lampu high beam atau lampu jauh, sebagai sinyal. Anda bisa juga menggunakannya saat keadaan berkabut.

Perbedaan lampu pijar dan lampu halogen
 
Namun, menyoal terang atau redupnya cahaya lampu, banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya jenis lampu yang digunakan. Kalau kita bicara soal jenis lampu kendaraan, mungkin anda sudah cukup akrab mendengar nama lampu pijar dan halogen. 

Dari segi harga, lampu pijar lebih murah namun kualitas cahayanya tidak begitu terang. Seperti yang dijelaskan oleh seorang pakar otomotif.
 
“Lampu pijar lebih murah. Antara pijar dan halogen memiliki daya yang sama (watt) tapi Anda tidak mendapatkan terang yang sama.” ujar Bebin Djuana, seorang pakar otomotif.

Baca Juga: Canggih! Yamaha Desain Motor yang Tak Bisa Jatuh

Pada dasarnya, lampu halogen adalah bagian dari lampu pijar. Namun berkat pengembangan teknologi, kualitas halogen bisa lebih baik ketimbang pijar. Hal tersebut, terlihat pada lampu pijar, yang cepat panas dan lebih mudah putus. Sementara itu, lampu halogen punya cahaya lebih terang dan kualitasnya lebih bagus, sehingga dan lebih awet.

Perbedaan lampu pijar dan lampu halogen, juga terletak pada cara pemasangannya. Jika anda memasang lampu halogen, sangat  tidak disarankan menyentuh kaca. Hal ini disebabkan karena tangan atau jari kita mengandung minyak. Sidik jari yang tertinggal di kaca, nantinya bisa memengaruhi intensitas pencahayaan lampu.

Nah, kalau kita bicara soal intensitas pencahayaan lampu, sumber cahaya pada lampu pijar berasal dari arus listrik ke filamen lalu menghasilkan panas. Pada saat filamen panas, maka tungsten akan menguap dan menempel pada dinding kaca bagian dalam. 

Proses itulah, yang membuat kita sangat sering menjumpai dinding kaca pada lampu pijar, menjadi hitam. Dengan keadaan seperti itu, maka lampu lama-lama mati.

Dari perbedaan-perbedaan tersebut, disarankan untuk memilih lampo halogen, bagi kendaraan anda. Walaupun ada selisih harga yang lebih mahal dan lumayan menguras daya, namun punya kemampuan penerangan yang lebih baik. Keamanan dan keselamatan adalah yang utama kan?

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0