Ngeri! Ribuan Semut Teror Warga Banyumas

Anehnya saat malam tiba, jumlah semut akan bertambah hingga 20 kali lipat.
Supriyanto - Kamutau?,Jumat, 20-11-2020 19:50 WIB
Ngeri! Ribuan Semut Teror Warga Banyumas
ilustrasi seekor semut

Nusantaratv.com – Tahun 2020 dianggap oleh banyak orang sebagai tahun penuh bencana. Tidak hanya covid-19, beberapa bencana lain seperti gempa bumi, banjir, dan gunung Merapi yang mulai aktif juga mewarnai situasi di tahun 2020.

Terbaru, warga Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, mendapat teror dari semut yang jumlahnya ribuan. Anehnya semut yang meneror warga Banyumas ini tidak tertarik dengan gula, tapi kepada serangga atau hewan hidup lainnya!

Selama ini kita menganggap semut hanyalah hewan kecil yang tak menyebabkan dampak besar. Namun faktanya, warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas dibuat resah oleh teror semut yang menyerang pepohonan dan masuk ke permukiman.

Atas kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah akhirnya turun tangan menyelidiki jenis semut yang menyerang warga. Hingga saat ini jenis semut yang mengganggu warga belum diketahui jenisnya, namun ciri-ciri fisiknya, warna hitam dan ukurannya kecil. Anehnya saat malam tiba, jumlah semut akan bertambah hingga 20 kali lipat.

Banyak warga terganggu saat tidur di malam, mereka kini tidak bisa tidur nyenyak karena sering digigit saat sedang tidur. Mereka mengeluhkan gatal-gatal sehingga tidak bisa beristirahat dengan nyenyak,” ucap Munjilat, salah seorang warga pada Senin (17/11/2020).

Warga desa yang berprofesi sebagai penderes nila pun nggak bisa bekerja gara-gara pohon dipenuhi dengan semut.

Baca Juga: Bikin Ribet, Terowongan Ini Kok Malah Jadi Idola?

Ternyata, fenomena seperti ini bukan pertama kali ini terjadi. Hal seperti ini terjadi sejak 2017. Hanya saja, jumlah semutnya memang nggak sebanyak sekarang.

“Dulu memang semut sempat masuk ke 42 KK rumah warga. Tapi jumlahnya nggak mengganggu sebagaimana sekarang,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Titik Puji Astuti.


Semut menyerang permukiman warga dan pepohonan. (Flickr/ Jimmy B)

Ada dugaan semut-semut ini dari bekas pabrik kayu. Hal ini membuat BPBD dan Polres Banyumas memutuskan untuk membakar sisa kayu. Mereka juga melakukan penyemprotan pestisida baik itu di bekas pabrik ataupun di permukiman warga.

Yang menarik adalah, Tim Ahli Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Biologi Universitas Jenderal Sudirman menyebut semut-semut ini nggak tertarik pada gula, melainkan tertarik pada hewan atau serangga lain yang masih hidup. Semut-semut ini juga sangat agresif.

Wah, kira-kira, semut ini berasal dari mana, ya? Semoga saja jumlahnya bisa berkurang sehingga warga nggak lagi merasa terganggu, ya? 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0