NASA Temukan Harta Karun Luar Angkasa, Nilainya Capai US$10.000 Kuadriliun

Benda Luar Angkasa Ini Berada di Sabuk Asteroid Utama Tata Surya di antara Mars dan Jupiter.
Adiantoro - Kamutau?,Kamis, 29-10-2020 11:50 WIB
NASA Temukan Harta Karun Luar Angkasa, Nilainya Capai US$10.000 Kuadriliun
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan harta karun di luar angkasa bernilai US$10.000 kuadriliun atau setara Rp147.500.500 kuadriliun.

Harta karun yang ditemukan teleskop luar angkasa Hubble itu berupa Asteroid Psyche, dimana sebagian besar terbuat dari logam seperti inti Bumi.

Benda luar angkasa ini berada di sabuk asteroid utama Tata Surya di antara Mars dan Jupiter. Asteroid Psyche berjarak sekitar 230 juta mil (370 juta kilometer) dari Bumi dan berukuran 140 mil (226 kilometer). Penelitian ini diterbitkan dalam Planetary Science Journal.

Kami telah melihat meteorit yang sebagian besar terbuat dari logam, tetapi Psyche bisa jadi unik karena mungkin asteroid itu benar-benar terbuat dari besi dan nikel - kata ilmuwan planet di Southwest Research Institute, San Antonio, Texas, Amerika Serikat (AS), Tracy Becker, seperti dikutip Interesting Engineering dari Observer, Kamis (29/10/2020).

Asteroid Psyche pertama kali ditemukan pada 2017 berkat Teleskop Luar Angkasa Hubble. Para peneliti mengira sebagian besar permukaan Psyche adalah besi murni. Dalam penelitian lebih lanjut, diyakini juga mengandung nikel.

Psyche adalah target dari NASA Discovery Mission Psyche, diharapkan akan diluncurkan pada 2022 di atas roket Falcon Heavy milik SpaceX. Fakta lebih lanjut tentang asteroid, termasuk kandungan logam, diharapkan akan terungkap pada awal 2026.

Psyche diyakini sebagai inti mati yang ditinggalkan oleh sebuah planet yang gagal selama pembentukannya di awal kehidupan Tata Surya atau akibat dari banyak tabrakan hebat di masa lalu.

Psyche satu-satunya objek yang diketahui dari jenisnya di Tata Surya sekaligus satu-satunya cara manusia mengunjungi inti. Kami belajar tentang ini dengan mengunjungi luar angkasa - jelas ilmuwan utama di misi NASA sekaligus Direktur Sekolah Eksplorasi Bumi dan Luar Angkasa Arizona State University, dalam pernyataannya saat mengumumkan misi tersebut, Januari 2017.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0