Mengejutkan! PBB Sebut Ribuan Migran Tewas saat Melintasi Afrika

Sebagian besar migran yang melakukan perjalanan seperti itu mengalami atau menyaksikan "kebrutalan
Sarah Fiba - Kamutau?,Kamis, 30-07-2020 12:38 WIB
Mengejutkan! PBB Sebut Ribuan Migran Tewas saat Melintasi Afrika
(CNA)

Nusantaratv.com- Ribuan migran telah tewas setelah menderita pelecehan "ekstrem" saat melintasi Afrika, menurut laporan PBB pada hari Rabu (29/7/20) yang memperkirakan 72 orang tewas setiap bulan di rute benua.

Ada fokus yang cukup besar pada ribuan orang yang hilang di laut saat mencoba menyeberang dari Afrika ke Eropa, tetapi sebuah laporan baru menemukan bahwa rute dari Afrika Barat dan Timur ke Mediterania bisa sama-sama berbahaya.

Berjudul "Dalam perjalanan ini, tidak ada yang peduli apakah Anda hidup atau mati", laporan yang diterbitkan bersama oleh badan pengungsi PBB dan Pusat Migrasi Campuran Dewan Pengungsi Denmark (MMC) merinci bahaya mengerikan yang dihadapi banyak orang di sepanjang jalan.

Melansir CNA, sebagian besar migran yang melakukan perjalanan seperti itu mengalami atau menyaksikan "kebrutalan dan tidak berperikemanusiaan yang tak terkatakan" oleh penyelundup, milisi dan kadang-kadang aktor negara, kata UNHCR.

Pada 2018 dan 2019 saja, setidaknya 1.750 orang meninggal, setara dengan rata-rata 72 sebulan, "menjadikannya salah satu rute paling mematikan bagi para pengungsi dan migran di dunia," laporan itu menemukan.

Utusan Khusus UNHCR untuk Situasi Mediterania Tengah, Vincent Cochetel, mengatakan kepada wartawan bahwa angka-angka itu dianggap sebagai perkiraan paling rendah.

"Sudah terlalu lama, pelanggaran mengerikan yang dialami oleh para pengungsi dan migran di sepanjang rute darat ini sebagian besar tetap tidak terlihat," kata kepala pengungsi PBB Filippo Grandi dalam pernyataannya.

Laporan itu, katanya, mendokumentasikan "pembunuhan dan kekerasan luas yang bersifat paling brutal, yang dilakukan terhadap orang-orang yang putus asa yang melarikan diri dari perang, kekerasan, dan penganiayaan."

Hampir sepertiga dari mereka yang mati di sepanjang rute darat ini mencoba menyeberangi gurun Sahara. 

Yang lainnya tewas di selatan Libya yang dilanda perang, sementara rute lain yang mematikan melintasi Republik Afrika Tengah dan Mali yang dilanda konflik.

Mereka yang selamat seringkali sangat trauma.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0