Mengapa Bulan Tampil Beda Setiap Malam?

Bulan adalah benda langit yang menjadi satelit alami bagi Bumi kita. Ia akan muncul dan terlihat ketika malam tiba.
Supriyanto - Kamutau?,Kamis, 30-07-2020 13:59 WIB
Mengapa Bulan Tampil Beda Setiap Malam?
Penampakan bulan sesuai dengan sinar matahari yang memantul di permukaan bulan./gurupendidikan.co.id

Nusantaratv.com - Ketika langit cerah di malam hari dan pandangan mata kita arahkan ke langit, kita akan melihat bulan dengan setia menemani. Namun kalau kita perhatikan lebih seksama, penampilan bulan di setiap malamnya selalu berbeda.

Bulan adalah benda langit yang menjadi satelit alami bagi Bumi kita. Ia akan muncul dan terlihat ketika malam tiba. Bulan nampak kecil jika dilihat dari Bumi karena jarak Bumi dan Bulan mencapai kurang lebih 384.400 kilometer.

(gurupendidikan.co.id)

Mungkin kita pernah berpikir “Mengapa bentuk bulan berubah-ubah? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara di waktu lain, ukuran bulan tampak lebih besar dari biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah.

Baca Juga: Catatan Peristiwa Sejarah 30 Juli

Dilansir dari berbagai sumber inilah alasan bulan terlihat tampil berbeda setiap malam.

1. Bentuk yang kita lihat tergantung pada posisi Bulan
Saat Bulan bergerak mengelilingi Bumi, ia memantulkan sinar matahari. Dari Bumi, kita hanya bisa melihat bagian Bulan yang menghadap kita. Bentuk Bulan yang kita lihat pada malam tertentu tergantung pada seberapa banyak permukaan Bulan berada di bawah sinar matahari pada saat itu.

2. Fase Bulan
Bulan yang terlihat setiap malam memiliki fase, menurut solarsystem.nasa.gov, sinar terang bulan yang tampak berubah setiap hari itu disebut sebagai fase bulan (lunar phase) dan setiap fase memiliki nama masing-masing.

Kalau menurut orang awam biasa menamakan fase-fase ini sesuai dengan sinar maupun bentuk bulan seperti: bulan baru, bulan sabit awal, paruh awal, cembung awal, bulan purnama, cembung akhir, paruh akhir, dan bulan sabit akhir.

3. Fase Bulan terjadi selama Siklus Lunar
Bentuk Bulan itu disebut fase. Fase Bulan terjadi selama Siklus Lunar. Fase bulan berulang selama satu bulan sekali (setiap 29,5 hari).

4. Fase Bulan Baru tidak bisa melihat Bulan
Pada awal siklus, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Selama fase ini, sisi Bulan memantulkan cahaya dari Matahari menghadap jauh dari Bumi. Jadi kita tidak bisa melihat Bulan sama sekali! Biasanya fase ini disebut dengan nama fase bulan baru.

Saat Bulan berputar, kita bisa melihatnya lebih banyak setiap malam. Selama waktu ini, Bulan tampaknya semakin besar.

5. Bulan Purnama
Di sekitar tengah Siklus Bulan, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, jadi kita bisa melihat seluruh wajah Bulan di malam hari. Itu yang kita sebut Bulan Purnama. Bulan purnama terjadi ketika seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari.

Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, yakni bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon.

Baca Juga: Terlahir Miskin Bukan Berarti Tak Bisa Kaya

Kadang-kadang selama Bulan Purnama, Bumi melemparkan bayangan di permukaan Bulan dan menyebabkan peristiwa yang disebut sebagai Gerhana Bulan.

6. Bulan Sabit
Ketika Bulan terlihat seperti kurva kecil di langit, itulah yang dinamakan bulan sabit. Tentu saja, seluruh Bulan masih ada, tapi kita hanya bisa melihat sebagian kecil yang memantulkan sinar matahari karena posisi Bulan.

Setelah Bulan Purnama, Bulan tampak memudar atau mengecil. Saat Bulan mendekati akhir revolusinya, kita akan semakin jarang melihatnya setiap malam dan hanya Bulan Sabit yang terlihat di langit lagi. Sampai akhirnya, Bulan mencapai akhir dari revolusi dan siklus dimulai lagi dengan Bulan Baru.

Nah, jadi mengapa bulan selalu tampil beda di setiap malam dikarenakan adanya fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi.

Sumber: sumber: jeda.id

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0