Liputan Wuhan, Warga China Terancam Penjara 5 Tahun

Zhang Zhan Bukanlah Jurnalis Warga Pertama yang Mengalami Masalah Karena Meliput Wabah Virus Corona di Wuhan.
Adiantoro - Kamutau?,Selasa, 17-11-2020 15:40 WIB
Liputan Wuhan, Warga China Terancam Penjara 5 Tahun
Zhang Zhan. (BBC)

Jakarta, Nusantaratv.com - Seorang jurnalis warga China yang meliput penyebaran virus corona (Covid-19) di Wuhan menghadapi ancaman hukuman lima tahun penjara. Hal itu diketahui berdasarkan dokumen yang baru dirilis.

Dilansir dari BBC, Selasa (17/11/2020), wanita bernama Zhang Zhan, yang merupakan mantan pengacara berusia 37 tahun itu, telah menjalani masa tahanan sejak ditangkap pada Mei 2020. Dia dituduh memicu kegaduhan dan memprovokasi masalah, sebuah tuduhan yang kerap digunakan terhadap aktivis di China.

Diketahui, Zhan bukanlah jurnalis warga pertama yang mengalami masalah karena meliput wabah virus corona di Wuhan. Setidaknya, tiga jurnalis warga hilang sejak Februari 2020. Yakni, Li Zehua, yang telah muncul kembali pada April 2020, dan mengatakan dia telah dikarantina.

Kemudian, Chen Qiushi, telah ditempatkan di bawah pengawasan pemerintah, sedangkan jurnalis berikutnya, Fang Bin, hingga kini belum diketahui keberadaannya. Pihak berwenang China terkenal kerap menekan para aktivis yang bersuara vokal.

Berdasarkan lembaran dakwaan yang saat ini muncul, Zhan pergi ke Wuhan pada Februari lalu, di mana dia meliput dengan membawa banyak cerita. Menurut laporan LSM Network of Chinese Human Rights Defenders (CHRD), liptan Zhan termasuk penahanan jurnalis independen lainnya dan pelecehan terhadap keluarga korban yang mencari pertanggungjawaban.

Tapi pada 14 Mei, dia hilang dari Wuhan, kata CHRD. Sehari kemudian, terungkap jika dia telah ditahan kepolisian di Shanghai, yang jauhnya lebih dari 400 mil (640km). Selanjutnya, pada 19 Juni, Zhan resmi ditahan di Shanghai. Hampir tiga bulan kemudian, pada 9 September, pengacaranya diizinkan untuk bertemu dengannya.

CHRD mengatakan Zhan sempat melakukan mogok makan untuk memprotes penahanannya. Pada 18 September, pengacaranya menerima panggilan telepon jika Zhan telah didakwa. Dia secara resmi didakwa pada Jumat (13/11/2020).

Dalam lembar dakwaan, yang keluar pada Senin (16/11/2020), menyatakan Zhang didakwa mengirimkan informasi palsu melalui teks, video dan media lain melalui platform seperti WeChat, Twitter dan YouTube. Dia juga dituduh menerima wawancara dengan media asing dan menyebarkan secara jahat informasi mengenai virus di Wuhan. Dalam dakwaan tersebut, Zhan terancam hukuman empat hingga lima tahun penjara.

Ini bukanlah pertama kalinya Zhan terlibat masalah dengan pihak berwenang. Menurut CHRD, dia pernah dipanggil kepolisian di Shanghai pada September 2019 dan ditahan karena menyuarakan dukungan kepada para aktivis di Hong Kong. Dia bahkan dilaporkan serta dipaksa menjalani pemeriksaan kejiwaan selama dalam penahanan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0