Ledakan Beirut Lebanon : Apa yang sebenarnya terjadi?

Di Beirut, ledakan tersebut mempengaruhi warga yang tinggal sejauh 10 kilometer dari lokasi.
Sarah Fiba - Kamutau?,Kamis, 06-08-2020 12:11 WIB
Ledakan Beirut Lebanon : Apa yang sebenarnya terjadi?
(AFP)

Nusantaratv.com- Sebuah ledakan di Beirut, ibukota Lebanon, sebuah negara di Asia barat, Selasa (4/8/20) tertangkap kamera dan beredar luas di media sosial. 

Rekaman itu menunjukkan asap mengepul di dekat daerah pelabuhan kota, tak lama sebelum ledakan kuat mengirim awan asap yang lebih besar dan gelombang kejut di seluruh kota.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ada  dua ledakan di Beirut  pada Selasa sore (waktu setempat), yang terjadi hampir dalam beberapa menit satu sama lain.  Ledakan itu terjadi di daerah pelabuhan pusat kota. Dalam cuplikan di media sosial, tampak seolah-olah kedua ledakan itu dipicu di gedung yang berbeda. Setelah ledakan pertama, api menyebar ke bangunan terdekat, memicu ledakan yang lebih besar.

Seberapa kuat ledakannya?

Di Beirut, ledakan tersebut mempengaruhi warga yang tinggal sejauh 10 kilometer dari lokasi.  Itu bahkan merusak Istana Baabda, kediaman Presiden Lebanon. "Pintu dan jendela di beberapa sayap istana terlepas," lapor NNA. Namun, tidak ada yang terluka.

Sementara itu, ledakan itu terasa hampir 250 kilometer jauhnya, di pulau tetangga Siprus, menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC).

CNN  melaporkan bahwa ledakan itu menciptakan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan 3.3.

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengatakan skala kerugian "terlalu besar untuk dijelaskan", dan "kerugian terbesar adalah hilangnya puluhan orang yang tewas dan terluka".

Apa penyebab ledakan Beirut?

Ledakan itu kemungkinan dipicu oleh bahan peledak sitaan, yang disimpan oleh otoritas di dekat pelabuhan.  Mayor Jenderal Abbas Ibrahim, kepala dinas keamanan umum Libanon, mengatakan kepada National News Agency yang dikelola pemerintah , bahwa "bahan yang sangat eksplosif" disimpan di gedung-gedung. Ini, katanya, disita oleh pemerintah bertahun-tahun yang lalu.

Bahkan, kilasan apa yang tampak seperti kembang api dapat dilihat di rekaman, setelah ledakan pertama.

Kantor  Berita Nasional juga melaporkan bahwa sumber ledakan itu diyakini sebagai kebakaran besar di sebuah gudang di daerah tersebut.

Setelah ledakan, beberapa penduduk setempat juga melaporkan awan oranye menggantung di atas kota.

Presiden Michel Aoun kemudian mengatakan, setidaknya ada 2.750 ton amonium nitrat, yang digunakan dalam pupuk dan bom, disimpan di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan.-NNA

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0