Kota Padang, Tidak Izinkan Perlombaan Layang-layang

Di tengah pandemi corona, beragam aktivitas dilakukan oleh masyarakat dari segala usia untuk mengisi waktu luang. 
Supriyanto - Kamutau?,Jumat, 23-10-2020 15:16 WIB
Kota Padang, Tidak Izinkan Perlombaan Layang-layang
Bermain layang-layang.

Nusantaratv.com - Di tengah pandemi corona, beragam aktivitas dilakukan oleh masyarakat dari segala usia untuk mengisi waktu luang. 

Ada yang bersepeda, ada yang naik gunung, berkemah, memancing dan sebagainya. Tak ketinggalan permainan layang-layang pun kini marak dimainkan dimana-mana. Biasanya permainan tradisional ini dilakukan di tanah lapang. Di sejumlah daerah, permainan layang-layang malah ada yang sampai dilombakan. 

Seperti di daerah Padang, Sumatera Barat, misalnya. Di daerah ini permainan layangan juga marak dilakukan oleh warga. Namun untuk kegiatan perlombaan layang-layang, kepolisian kota Padang tidak memberikan izin, hal ini dikarenakan permainan layangan di daerah ini telah menelan tiga korban jiwa.

“Untuk lomba layangan sudah tidak diberi izin lagi,” kata Kapolresta Padang AKB Imran Amir, Jumat (23/10). Meski demikian, pihaknya tidak menampik bahwa masih ada sejumlah masyarakat yang menggelar lomba layangan dan menimbulkan aksi kejar-kejaran di jalan raya ketika layangan itu putus.

“Sifatnya kasuistik seperti kejadian (driver Gojek) tersebut. Kalau main layangan sendiri, bagaimana melarangnya?” katanya.

Baca Juga: Hadapi Pencuri Motor Bersenpi, Ini Saran Polisi

Pernah ada kejadian aksi kejar-kejaran layangan di Kota Padang, selain meresahkan warga, juga telah mengakibatkan korban jiwa.

Seperti yang dialami oleh driver Gojek yang nyaris tewas karena terserempet rombongan pengejar layangan di depan pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Nyawa driver Gojek ini terselamatkan berkat pertolongan warga.

Kejadian lain menimpa seorang remaja yang tersengat listrik gara-gara benang layangannya tersangkut di kabel listrik. Lalu seorang bocah berusia 12 tahun bernama M. Fakhri dikabarkan meninggal dunia karena tersetrum listrik di atap rumah. 

Siswa SD Negeri 20 Air Camar itu awalnya mengejar layang-layang putus pada siang hari. Lantas, dia pun memanjat atap rumah warga. Malangnya sampai di atap, Fakhri diduga menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi. Fakhri pun dilarikan ke RST Dr Reksodiwiryo. Sayang, nyawa Fakhri tidak tertolong dan meninggal dunia. 
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0