Ini Bahaya Tidur Saat Pesawat Lepas Landas atau Mendarat

Para penumpang pesawat disarankan tidak tidur saat pesawat terbang lepas landas dan mendarat.
Supriyanto - Kamutau?,Kamis, 29-10-2020 14:59 WIB
Ini Bahaya Tidur Saat Pesawat Lepas Landas atau Mendarat
Pesawat lepas landas

Nusantaratv.com - Banyak orang kini memilih menggunakan pesawat terbang saat melakukan perjalanan ke luar daerah maupun ke luar negeri. Alasannya jelas, dari segi waktu dan kenyamanan pesawat udara lebih cepat dan nyaman dibanding menggunakan perjalanan darat atau pun laut.

Bagi yang sering bepergian dengan menggunakan pesawat udara, ada hal-hal yang harus diperhatikan, salah satunya soal tidur. Para penumpang pesawat disarankan tidak tidur saat pesawat terbang lepas landas dan mendarat. Karena kalau sampai tertidur, telinga kita berpotensi mengalami kerusakan serius. 

Ahli obat-obatan dan makanan asal Inggris, Angel Chalmers mengatakan, saat pesawat hendak mendarat atau lepas landas, sebaiknya jangan tertidur dan tidak menurunkan sandaran tangan.

“Perubahan cepat pada ketinggian memengaruhi tekanan udara di telinga. Ini menyebabkan kekosongan pada tabung Eustachian yang membuat telinga merasa tersumbat dan mengurangi pendengaran,” katanya.

Baca Juga: 189 Penumpang Lion Air Tewas Saat Terjatuh Dua Tahun Silam

Perubahan tekanan udara di kabin yang berubah secara cepat dan mendadak saat pesawat lepas landas ataupun saat mau mendarat. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada para penumpang seperti pusing, infeksi telinga, kerusakan gendang telinga dan terparahnya bisa kehilangan pendengaran, ujar Chalmers.

“Jika terbangun, respons alami yang dilakukan untuk mengurangi tekanan pada gendang telinga selama lepas landas maupun mendarat adalah memencet telinga. Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan,” ujarnya.

Kecepatan pesawat saat lepas landas dan mendarat sekitar 135 hingga 155 knot (atau sekitar 250 sampai 287 km/jam). Artinya, jika pada saat itu sandaran tangan berada pada posisi berdiri atau tidak dalam posisi berada di bawah, maka ada potensi sandaran tangan tersebut terlepas dan terlempar dengan kecepatan seperti pesawat berhenti mendadak saat mendarat.

“Bayangkan jika sandaran tangan bisa membentur tubuh dengan kekuatan seolah-olah sedang melaju dengan kecepatan Iebih dari 135 knot,” kata Chalmers.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0