Indonesia Mulai Cari Kehidupan di Luar Bumi

Indonesia akan membangun fasilitas observasi Observatorium Nasional di Nusatenggara Timur (NTT).
Supriyanto - Kamutau?,Rabu, 28-10-2020 17:51 WIB
Indonesia Mulai Cari Kehidupan di Luar Bumi
Indonesia bangun Observatorium di NTT.

Nusantaratv.com - Indonesia akan membangun fasilitas observasi Observatorium Nasional di Nusatenggara Timur (NTT). Tujuan pembangunan observatorium ini selain untuk mengamati benda-benda angkasa, juga dimaksudkan untuk mencari kehidupan di luar Bumi.

Menurut Peneliti Pusat Signis Antariksa LAPAN, Rhoram Pryantikanto, fasilitas ini dibangun bersama dengan ITB, UNDANA dan pemerintah daerah (Pemda) setempat. Dana untuk program ini bersumber dari APBN.

Lebih lanjut Rhoram Pryantikanto mengatakan, untuk pembangunan proyek ini anggarannya sekitar Rp 340 miliar. Nantinya Observatorium ini akan dilengkapi dengan teleskop 50 cm.

“Kalau untuk teleskop 50 cm, kira-kira sekitar Rp 1 M. Kurang-lebih sekitar Rp 340 M yang bersumber dari APBN,” kata Rhoram saat dihubungi, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga: Ubur-Ubur Langka Selebar Empat Kaki Ditemukan di Florida

“LAPAN telah membangun fasilitas Observatorium Nasional Timau di NTT, bersama dengan ITB, UNDANA, dan Pemda setempat. Mulai tahun ini, kami telah mengoperasikan teleskop 50 cm di Kupang, salah satunya untuk pengamatan komet dan asteroid,” ujarnya.

Selain itu, LAPAN merencanakan program pengamatan transient project mulai tahun ini. Selain itu, arah program ini untuk mencari tahu soal teka-teki kehidupan di luar bumi.

“LAPAN akan merencanakan program pengamatan transient objects mulai tahun 2020. Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transien. Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana,” ujarnya.

“Iya (kehidupan di luar bumi), itulah salah satu pertanyaan mendasar umat manusia yang ingin tahu,” lanjutnya.

Dia menjelaskan bahwa saat ini LAPAN memiliki teleskop reflektor berdiameter 50 cm. Menurutnya, inilah ‘senjata terbaik’ LAPAN di Kupang.

“Sementara ini, teleskop reflektor berdiameter 50 cm adalah senjata terbaik kami di Kupang. Akhir tahun 2021, kami berharap datangnya teleskop yang lebih besar, yakni teleskop dengan diameter cermin 380 cm,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa observatorium itu dibangun sejak tahun 2017.

“Untuk diketahui, sejak 2017 LAPAN bersama ITB dan UNDANA serta Pemprov NTT dan Pemkab Kupang membangun Observatorium Nasional di Gunung Timau, Kab Kupang,” ujarnya.

“Fasilitasnya utamanya adalah teleskop 3,8 meter, terbesar di Asia Tenggara. Semula ditargetkan selesai 2020, namun tertunda jadi 2021 karena beberapa kendala, antara lain akses jalan dan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Indonesia Luncurkan Aplikasi e-Visa untuk Turis Asing

Dia menegaskan bahwa fasilitas ini dibangun untuk edukasi publik. Tujuannya ialah untuk observasi astronomi.

“Selain itu dibangun juga Pusat Sains di Tilong, Kupang, sebagai pusat edukasi publik. Tujuan utama sebagai pusat observasi astronomi dan pemberdayaan kawasan timur Indonesia. Observasi astronomi mencakup objek-objek tata surya (seperti planet, komet, dan asteroid), fisika bintang dan galaksi, struktur besar alam semesta, sampai planet-planet di luar tata surya,” ungkapnya.

Terkait anggaran Rp 340 m, dia menjelaskan itu anggaran multiyears. “Anggaran 340 m adalah anggaran multiyears pembangunan observatorium nasional di Gunung Timau Kupang dg teleskop berdiameter 3,8 meter (terbesar di Asia Tenggara) serta fasilitas Pusat Sains di Tilong, Kupang, untuk edukasi publik. Pusat Sains dilengkapi dengan teleskop berdiameter 50 cm,” ujarnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0