Dua Tahun Hilang, Wanita Ini Ditemukan Mengambang di Tengah Laut

Video aksi penyelamatan wanita ini dengan cepat menyebar di dunia maya dan viral
Supriyanto - Kamutau?,Senin, 12-10-2020 20:24 WIB
Dua Tahun Hilang, Wanita Ini Ditemukan Mengambang di Tengah Laut
Seorang wanita ditemukan mengambang di tengah laut setelah dua tahun dinyatakan hilang.

Nusantaratv.com – Sebuah video menggambarkan penyelamatan seorang wanita di tengah laut menjadi viral. Wanita yang ditemukan dalam keadaan mengambang oleh dua orang nelayan tersebut, membuat bingung publik. Pasalnya wanita asal Kolombia itu telah hilang selama 2 tahun. Penyelidikan Polisi pun belum usai terkait hilangnya wanita tersebut. 

Video aksi penyelamatan wanita ini dengan cepat menyebar di dunia maya dan viral. Adalah nelayan, Roland Visbal, yang berhasil menyelamatkan Angelica Gaitan. Saat ditemukan, posisi Angelica 1,2 mil dari bibir pantai Puerto, Kolombia, dalam keadaan mengambang tak sadarkan diri.

Awalnya oleh Gustavo dan temannya, melihat tubuh wanita 46 tahun itu dikira sebagai kayu yang mengapung. Namun setelah didekati ternyata tubuh seorang wanita. Diduga, wanita itu bertahan selama berjam-jam, hingga berulang kali pingsan dan sadar. Setelah lebih dari 8 jam di dalam air, wanita itu menderita kelelahan dan hipotermia.

Gustavo dan temannya kemudian mengikatkan tali pada wanita itu untuk menariknya ke dalam perahu. Kedua pria itu akhirnya berhasil menyelamatkannya.

Baca Juga: Doni Monardo: "Swab Test Gratis di Puskesmas"

“Saya dilahirkan kembali. Tuhan tidak ingin saya mati,”

 

Gaitan - Sabtu, 10 Oktober 2020.

Gaitan menangis saat berhasil keluar dari laut. Kedua penyelamatnya kemudian membawa Gaitan ke pantai dan penduduk setempat segera menghampirinya. Lalu, Gaitan dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, ketika diidentifikasi, ceritanya mengejutkan banyak orang.

Diduga, setelah 20 tahun dianiaya oleh suaminya, dia melarikan diri dua tahun yang lalu. Sejak itu, keluarganya kehilangan kontak dengan Gaitan, dan tidak tahu apakah wanita itu masih hidup atau tidak.

“Penganiayaan dimulai pada kehamilan pertama. Dia memukuli saya, dia melecehkan saya dengan kejam. Pada kehamilan kedua saya, pelecehan terus berlanjut dan saya tidak bisa menjauh darinya karena anak-anakku masih kecil,” kata Gaitan bercerita.

Ketika wanita malang itu melaporkan KDRT yang dialami ke otoritas setempat, polisi hanya menahan suami Gaitan 24 jam, setelah itu ia kembali ke rumah dan melanjutkan penyerangannya.

Angelica menjelaskan, pada September 2018 lalu, dalam adegan yang mengerikan, pasangannya pernah ‘mematahkan wajahnya dan mencoba membunuhnya’. Angelica merasa sudah tidak punya harapan dan memutuskan untuk melarikan diri.

Akhirnya, ia tinggal di Barranquilla selama 6 bulan. Namun, menurut laporan media lokal, dia depresi dan berpikir untuk mengakhiri hidup, setelah dipaksa keluar dari panti asuhan. Lalu, dia naik bus ke pantai dan melompat ke air.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
1