Ditemukan 315 Relief Fauna di Candi Borobudur

Dari penelitian itu ditemukan 315 individu fauna pada relief candi Borobudur.
Supriyanto - Kamutau?,Sabtu, 24-10-2020 02:30 WIB
Ditemukan 315 Relief Fauna di Candi Borobudur
Relief di Candi Borobudur.

Nusantaratv.com - Beberapa waktu lalu, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan kajian bersama terhadap fauna-fauna yang ada pada relief Lalitavistara dan Karmawibhangga di komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Dari penelitian itu ditemukan 315 individu fauna pada relief candi. “Metode identifikasi jenis fauna dilakukan berdasarkan karakter morfologi, tingkah laku, habitat dan physiological features,” kata Cahyo Rahmadi, Plt Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, seperti dikutip dari akun Instagram LIPI. 

Menurut Cahyo, Relief Lalitavistara bercerita mengenai kisah perjalanan hidup Buddha Gautama. Sedangkan Relief Karmawibhangga menceritakan tentang hukum sebab akibat. Dari 120 panil yang diteliti, pada relief Lalitavistara pihaknya menemukan 61 panil relief fauna. Dan sisanya di dapat di relief Karmawibhangga.

Terdapat 52 spesies satwa terindentifikasi dalam Relief kisah Lalitavistara, sebanyak 47 di antaranya teridentifikasi sampai tingkat spesies dan famili yang teridentifikasi menjadi kelas, yaitu actinopterygii (ikan) 4 spesies dari 4 famili, aves (burung) 21 spesies 15 famili, gastropoda (siput), mamalia 23 spesies dari 18 famili dan reptil 3 spesies dari 3 famili. 

Baca Juga: Penemuan Teknologi yang Mengubah Jalannya Sejarah

Satwa yang teridentifikasi antara lain, gajah, kijang muncak atau Kidang dalam bahasa Jawa,  burung Jelarang hitam (jaralang/jiarang), burung Pipit (Estrildidae), harimau loreng (Panthera tigris), Peneliti mendapati bahwa panil yang memiliki pahatan fauna dengan jumlah spesies terbanyak menceritakan tentang Bodhisattva (calon Buddha) yang akan menyeberangi Sungai Gangga yang sedang meluap, di mana terpahat 9 jenis fauna di dalamnya. 

Fauna yang paling banyak dipahat adalah Merak hijau (Pavo muticus) yang tersebar di 15 panil. Dari 52 spesies satwa yang teridentifikasi, hanya satu fauna yang tidak ada keberadaannya di Nusantara kuno, yaitu singa. Namun, menurut Kitab Lalitavistara, singa dapat ditemukan di India, sehingga dipahat di Borobudur. 

“Pemahat kala itu seperti taksonom, ekolog, etolog, dan illustrator sains. Saat ini peneliti harus ke hutan untuk mengamati perilaku fauna, sedangkan pemahat relief Borobudur telah menggambarkan dengan benar berdasarkan kehidupan satwa waktu itu,” ujar Cahyo. Ia mengatakan, kajian tentang makna kehadiran spesies fauna menjadi penting dan menarik untuk melengkapi cerita panil serta menambah nilai Candi Borobudur sebagai wisata sejarah dan edukasi. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0