Bolehkah Mobil Sipil di Indonesia Gunakan DRL?

Di negara-negara maju, mobil-mobil di sana sudah diwajibkan untuk menyalakan lampu depan pada siang hari.
Supriyanto - Kamutau?,Jumat, 16-10-2020 09:04 WIB
Bolehkah Mobil Sipil di Indonesia Gunakan DRL?
Mobil-mobil keluaran pabrikan luar telah menggunakan DRL.

Nusantaratv.com – Peraturan di Indonesia mewajibkan sepeda motor menyalakan lampu di siang hari. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, Pemerintah belum mewajibkan mobil menggunakan Daytime Running Light (DLR) atau lampu menyala di siang hari. 
 
Di negara-negara maju, mobil-mobil di sana sudah diwajibkan untuk menyalakan lampu depan pada siang hari. Sehingga mobil-mobil keluaran pabrikan di sana telah menggunakan DRL.

Sampai saat ini, beberapa pabrikan juga sudah menjadikan DRL sebagai elemen yang membuat desain mobil menjadi semakin menarik sehingga sebagian besar mobil baru telah dibekali DRL. Bahkan, para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Indonesia sudah berinisiatif menambahkan DRL untuk mobil-mobil yang belum memiliki DRL dari pabrikan.
 
Tak hanya itu, peredaran DRL juga semakin ramai karena didorong oleh keinginan masyarakat yang ingin mobil mereka dilengkapi DRL. Untuk mobil-mobil di Indonesia yang belum dilengkapi dengan DRL dari ATPM, masyarakat biasanya membeli produk aftermarket.

Baca Juga: Perbedaan Lampu Pijar dan Halogen pada Motor

Secara umum, DRL terbagi atas dua jenis, yaitu gabung bersama komponen lampu mobil lainnya seperti lampu depan atau lampu kabut dan terpisah. Dilansir dari laman OtomotifKompas, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra, menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa memberikan jawaban pasti tentang DRL.

Dijelaskannya lebih lanjut, dirinya mempertimbangkan bahwa warna lampu aksesori tambahan di mobil tidak boleh berwarna seperti strobe atau rotator. Dirinya juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang giat merazia lampu isyarat tambahan seperti strobo, rotator, dan sirine yang dilarang di mobil sipil.

Jika warna lampu tersebut bukan biru maka tidak masalah karena sudah ditekankan di internasional, bahwa lampu depan berwarna putih, dan belakang berwarna merah. Selain itu desain, cahaya, dan ketinggiannya juga sudah ditentukan.

Aturan yang coba disinggung Halim tersebut adalah Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, yang di dalamnya terdapat 11 jenis lampu yang diatur, namun tidak ada satu pun yang menjelaskan tentang DRL. Menurutnya, memang yang paling rentan adalah motor sehingga diwajibkan menggunakan DRL.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0