Bandel! Pemerintah Kok Dilawan

Dari 47 warga dan tujuh perusahaan yang berada di lokasi itu, hanya tinggal Liang yang masih bertahan hingga jalan tol itu...
Supriyanto - Kamutau?,Kamis, 13-08-2020 17:39 WIB
Bandel! Pemerintah Kok Dilawan
Rumah seorang warga di Guangzhou diaput dua jalur tol gegera tak ada kata sepakat.

Nusantaratv.com - Mungkin sebutan ‘bandel’ menjadi kata yang pas buat Liang, seorang warga dari daerah Guangzhou yang tak mau pindah rumah setelah daerahnya menjadi jalur pembuatan jalan tol.

Setelah berkali-kali pemilik rumah dibujuk agar mau pindah, tapi kukuh tak mau, akhirnya rumah di daerah Guangzhou, China ini dibiarkan saja berdiri di antara dua jalan tol. Hal itu dikarenakan jadwal pembangunan jadwal tol sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi untuk segera dimulai.

Lebih kurang sepuluh tahun pemerintah mencoba membujuk pemilik rumah untuk pindah sebelum dimulainya pembangunan jalan tol tersebut. Namun karena tetap menolak dengan alasan tidak cocok dengan kompensasi yang ditawarkan kepadanya. Tak mau ambil pusing, pemerintah pun akhirnya merealisasikan pembangunan jalan tol dengan rumah di tengahnya.

Di Negeri Tirai Bambu, keberadaan rumah di tengah jalan tol bukan hal yang aneh. Rumah ini dikenal dengan nama dingzihu atau rumah paku seperti dikutip dari Galamedianews.

Rumah satu lantai itu memiliki luas 40 meter persegi dan kini lokasinya berada di tengah jalan tol empat jalur. Dari laporan TV Guangdong, pemilik yang bermarga Liang mengaku menolak pindah karena tawaran dari pemerintah tak sesuai keinginannya.

Liang pun mengaku siap menghadapi semua konsekuensinya. Ia pun tak peduli dengan apa kata orang atas keputusannya itu.“Orang pikir ini lokasi rumah yang buruk, tapi aku merasa tenang di rumah sendiri. Rasanya bebas, menyenangkan dan nyaman,” katanya.

Baca Juga: Alamak! Sekali Makan Tagihannya Hingga Rp51.310.000,-

Sumber stasiun TV Guangdong mengatakan Liang meminta pemerintah  memberinya empat apartemen, tapi hanya dua yang disetujui. Sedangkan dalam wawancara lain yang direkam Pear Video, Liang mengklaim pemerintah menawarinya lahan pengganti di samping kamar mayat yang tentu saja ditolaknya.

Saat rumah paku Liang di Posting di medsos, beritanya pun menjadi viral. 

Pemerintah distrik Haizhu, memutuskan untuk meratakan sejumlah bangunan di Jalan Huandao tahun 2010 karena akan dibangun Jembatan Haizhuyong. Demikian laporan Guangzhou Daily.

Dari 47 warga dan tujuh perusahaan yang berada di lokasi itu, hanya tinggal Liang yang masih bertahan hingga jalan tol itu selesai dibuat. Yang lain telah pindah pada bulan September tahun lalu.

Para insinyur yang membangun jalan tol tersebut mengatakan telah mempelajari aspek keselamatan secara menyeluruh sebelum jalan layang yang menjepit rumah paku Liang mulai dikerjakan. Pemerintah juga berjanji untuk terus berkomunikasi dengan Liang.

Sumber: portalsurabaya.pikiran-rakyat.com

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
1
love
1
funny
1
angry
0
sad
0
wow
0