Badai Telah Memunculkan Bangkai Kapal Tahun 1800-an 

Bangkai Kapal dari tahun 1800-an itu ditemukan oleh seorang pengunjung pantai
Supriyanto - Kamutau?,Rabu, 25-11-2020 12:20 WIB
Badai Telah Memunculkan Bangkai Kapal Tahun 1800-an 
Bangkai kapal dari tahun 1800-an.

Nusantaratv.com - Badai Tropis Eta yang menerjang pantai Florida beberapa waktu lalu telah menyingkap keberadaan bangkai kapal berusia 220 tahun yang terpendam pasir di tepi pantai.

Bangkai Kapal dari tahun 1800-an itu ditemukan oleh seorang pengunjung pantai yang bernama Mark O’Donoghue, yang sedang berjalan-jalan di tepi pantai Kota St Augustine. 

Awalnya ia melihat sebuah gundukan pasir yang aneh bentuknya di Pantai Crescent. Ada bongkahan kayu seperti milik sebuah kapal yang karam. Mark pun melaporkan penemuannya ke Maritim Arkeologi Mercusuar St. Augustine, sebuah lembaga yang terdiri dari para peneliti untuk meneliti bangkai-bangkai kapal yang ditemukan di daerah itu.

Dengan bantuan mahasiswa dari Flagler College, mereka meyakini bahwa kapal karam itu bernama Croline Eddy, sebuah kapal dagang Amerika pada tahun 1800-an.

Namun hal itu belum dikonfirmasi karena tim masih akan melakukan penelitian hingga berbulan-bulan ke depan.

Baca Juga: Edhy Prabowo Ditangkap, Netizen: Bu Susi Must Backkkk!

“Segala sesuatu yang kami lihat sejauh ini sesuai dengan hipotesis itu, ada papan kayu, pengait besi,” kata Chuck Meide, direktur organisasi tersebut.

“Mereka terlihat sangat mirip dengan bangkai kapal lain dari tahun 1800-an yang pernah kita lihat,” imbuh dia.

Badai Eta merupakan badai ke-28 di musim badai 2020. Kedatangannya telah membuat kerusakan di beberapa negara bagian yang dilaluinya.

Di St. Augustine, badai tersebut menyebabkan air pasang yang ekstrem. Kejadian ini juga menyebabkan rob dan erosi pantai di Monumen Nasional Fort Matanzas, menurut National Park Service.

Erosi menyebabkan ditemukannya bangkai kapal yang menurut para peneliti mungkin adalah sisa-sisa bangkai kapal Caroline Eddy.

Untuk melestarikan situs tersebut, pemerintah kota telah memasang semacam garis polisi di area tersebut dan memasang tanda untuk memperingatkan pengunjung agar tidak mengganggu area bangkai kapal.

Ada peringatan bahwa kegiatan yang mengganggu situs itu adalah ilegal. Peneliti menambahkan bahwa tidak ada harta karun yang terkubur bersama bangkai kapal itu dan apa pun yang berharga kemungkinan besar telah diambil pada tahun 1800-an. (*)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0