Ancaman Tsunami Mengintai Bagian Selatan Jawa, Sumatera Dan Nusa Tenggara

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak daerah pertemuan lempeng. Faktor geografis ini menyebabkan potensi tsunami...
Ramses Rianto Manurung - Kamutau?,Jumat, 25-09-2020 15:59 WIB
Ancaman Tsunami Mengintai Bagian Selatan Jawa, Sumatera Dan Nusa Tenggara
Ilustrasi tsunami/net

Jakarta, Nusantaratv.com-Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak daerah pertemuan lempeng. Faktor geografis ini menyebabkan potensi tsunami dapat terjadi di banyak tempat, mulai dari bagian Selatan Jawa, bagian Tenggara Pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara. 

Fakta tersebut diungkapkan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, Jumat (25/9). 

"Jadi ancaman tsunami tidak hanya di selatan Jawa. Di sepanjang jalur pertemuan lempeng, di mana itu ada sumber gempa dan itu di laut sumber gempanya dengan magnitude besar, ya itu bisa berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, di kutip dari Antara.

Rahmat Triyono memaparkan potensi bencana tsunami dapat terjadi di sepanjang daerah pertemuan lempeng tektonik, mulai dari Laut Andaman di bagian Tenggara Pulau Sumatera, di Simeulue, Nias, Mentawai, Enggano hingga ke bagian selatan Jawa sampai ke Nusa Tenggara. Daerah-daerah tersebut semuanya memiliki potensi sumber gempa yang dapat menimbulkan tsunami.

Dijelaskan potensi tsunami tersebut dapat diketahui melalui berbagai hasil riset terhadap temuan-temuan endapan tsunami di masa lampau.

"Jadi dari endapan-endapan tersebut bisa diketahui bahwa suatu daerah pernah terjadi tsunami. Itu sudah dihitung dating dengan karbon, sehingga bisa ketahuan diendapkan tahun berapa itu. Artinya di situ pernah terjadi tsunami," jelasnya.

Terkait gempa-gempa besar yang dapat menimbulkan tsunami, ia mengatakan gempa-gempa tersebut memiliki periode kejadian hingga ratusan tahun dan potensi terulangnya bisa sangat besar dalam kurun waktu yang lama.

"Tergantung perulangan sebelumnya, tahun berapa pernah terjadi dan kapan akan terjadi berikutnya," ujar Rahmat.

Baca juga: Riset ITB Ungkap 2 Wilayah Pulau Jawa Berisiko Diterjang Tsunami Setinggi 20 Meter 

Kemudian, terkait dengan riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyebutkan kemungkinan potensi tsunami hingga 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, Rahmat Triyono mengapresiasi hasil riset itu karena dapat mengingatkan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi ancaman sehingga masyarakat bisa melakukan upaya antisipasi lebih baik.

"Kita apresiasi, karena itu artinya juga memberikan edukasi ke masyarakat kita semua, mengingatkan bahwa di sana ada ancaman gempa bumi yang berpotensi tsunami. Apalagi didukung data-data yang valid dan juga menggunakan data-data BMKG," kata dia.

Ia mengatakan ancaman tsunami tersebut bisa saja terjadi. Tetapi ia mengatakan bahwa prediksi tersebut merupakan prediksi dengan skala skenario terburuk.

"Artinya bahwa itu bisa terjadi. Cuma memang itu adalah skala worst case. Jadi skenario terburuk. Belum tentu itu terjadi dengan magnitudo itu," katanya.

Tetapi dalam setiap upaya mitigasi bencana, prediksi magnitudo besar atau prediksi dengan skenario terburuk merupakan skenario terbaik dalam upaya mitigasi, sehingga masyarakat dan pemerintah daerah setempat dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tepat dan matang untuk mengatasi ancaman terburuk itu.

"Artinya skenario terburuk adalah menjadi sebuah skenario terbaik dalam upaya mitigasi. Misalnya dalam hal ini skenario terburuknya (magnitudo) 9,1 dengan ketinggian katakan 20 meter. Jadi kita menyiapkan semua infrastrukturnya ya untuk ketinggian 20 meter. Jangan sampai yang disiapkan itu 10 meter, padahal skenario terburuknya 20 meter. Ya itu percuma," terang Rahmat Triyono.

Pemerintah memang sudah seharusnya mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana tsunami di berbagai wilayah Indonesia guna menghindari jatuhnya korban jiwa. Diketahui, dalam dua dekade terakhir Indonesia pernah mengalami bencana tsunami yakni tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah pada 28 Desember 2018. Dua peristiwa memilukan yang menelan banyak korban jiwa  tersebut terjadi akibat gempa berkekuatan besar di dasar laut. 
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0