Kadin Usul Prioritaskan Skema Vokasi Ganda

Ketua Umum Kadin Indonesia Sebut UMKM Mempunyai Potensi yang Sangat Penting.

Ketum Kadin Rosan P Roeslani. (Tribunews)

Nusantaratv.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung kebijakan pemerintah dalam mengedepankan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi guna mempersiapkan generasi muda Indonesia dan angkatan kerja, utamanya saat menghadapi situasi setelah pandemi Covid-19.

Salah satu sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja itu adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, UMKM mempunyai potensi yang sangat penting dimana penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut sangat besar.

UMKM, ungkap dia, diharapkan mampu memanfaatkan program vokasi guna peningkatan daya saing industri UMKM. Dalam konteks inilah, program vokasi akan menjamin UMKM untuk mempunyai akses terhadap SDM (Sumber Daya Manusia) unggul yang menjadi kunci daya saing UMKM.

Belajar dari pengalaman yang ada, lanjut Rosan, untuk mempersiapkan SDM yang handal perlu dibangun sistim pendidikan dan pelatihan yang di dalamnya sudah harus mengantisipasi perkembangan teknologi dan transformasi ke depan.

"Ada beberapa model pendidikan dan pelatihan vokasi yang bisa diterapkan. Dan melihat kebutuhan yang ada saat ini, Kadin Indonesia mengusulkan untuk memprioritaskan skema vokasi dengan model ganda yang mengedepankan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan atau pelatihan," kata Rosan, mengutip Beritasatu, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi harus dibangun dengan memperhatikan seluruh elemen yang ada. Keterlibatan Dunia Usaha Dunia Industri (Dudi) di dalamnya menjadi hal yang penting, oleh karena itu sektor swasta perlu mempersiapkan diri sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam hal pengembangan SDM Indonesia.

"Keterlibatan industri dalam pengembangan SDM akan mempercepat penyiapan SDM yang unggul dan juga mengurangi mis-match yang selama ini terjadi," terangnya.

Untuk mempersiapkan Dudi itulah, terang Rosan, atas inisiatif dari pelaku usaha di Indonesia, dalam hal ini Kadin Indonesia yang didukung oleh IHK Trier (Kadin Trier - Jerman), menerbitkan Buku Panduan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi didalam Perusahaan berdasarkan pengalaman khususnya di Jerman dan negara lainnya yang telah sukses menjalankan vokasi.

Pola yang diadopsi dalam buku panduan tersebut bahkan diterapkan di negara-negara lain seperti Malaysia, dan Singapura dikarenakan mampu menjamin daya saing global dan masa depan generasi muda.

Pada kegiatan peluncuran buku panduan, yang diselenggarakan secara daring pada 23 Februari 2021 oleh Ketua Umum Kadin Indonesia itu, disampaikan bahwa konten di dalam buku ini menjelaskan persyaratan minimal untuk menjamin kesuksesan vokasi.

Persyaratan tersebut di antaranya kurikulum pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada transfromasi industri, kemitraan antara sektor pendidikan dengan sektor swasta, pelatih di industri dan guru sekolah yang berkualitas, penjaminan mutu, dan standarisasi yang diakui secara nasional dan internasional.

"Hal ini menjadi penting untuk disadari bahwa kalau kita mau mendapat SDM yang handal harus dengan persiapan matang dan terencana," tukas Rosan.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK