Kabar Gembira! Dosen UKSW Ciptakan Permen Imunomodulator untuk Tingkatkan Imunitas

Permen imunodulator ini sudah diuji kandungan fitokimianya, juga sudah melakukan uji standar SNI.

Dosen UKSW bersama tim berhasil menciptakan permen imunodulator untuk tingkatkan imunitas/ist

Salatiga, Nusantara TV-Dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berhasil menciptakan permen herbal untuk imunodulator atau penguat imunitas. 

"Selain inovasi alat untuk mempercepat diagnosa Covid-19, upaya yang tak kalah penting adalah bagaimana meningkatkan imunitas agar terhindar dari virus Covid-19," kata Dhanang Puspita dan Pulung Nugroho, dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang menginisiasi pembuatan permen imunodulator. 

Dhanang menuturkan ide untuk membuat permen imunodulator muncul karena sekarang masyarakat mulai banyak mengonsumsi jamu herbal untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau merangsang imunitas yang juga disebut imunomodulator. 

"Bahkan di daerah tertentu seperti di Suku Toraja, sejak dahulu ramuan herbal daun miana digunakan sebagai obat batuk," tuturnya dikutip dari Kompas. 

“Permasalahannya, jamu herbal rasanya pahit dan kurang dapat diterima oleh lidah sehingga tidak semua orang bisa mengkonsumsi. Karena itu perlu upaya agar jamu bisa dinikmati semua orang dan semua kalangan, termasuk anak-anak. Kami mencoba membuat permen herbal dalam bentuk jelly sehingga kita bisa mengenalkan produk herbal ke dalam permen,” imbuhnya.

Baca juga: Studi: Pernah Terpapar Covid-19 Punya Imunitas Setidaknya Lima Bulan

Ada dua jenis permen herbal yang dihasilkan Dhanang beserta timnya, yaitu permen herbal dari bahan dasar Miana dan Sambiloto. 

"Proses pembuatan permen herbal ini diawali dengan ekstraksi untuk mengeluarkan senyawa bioaktif dalam tumbuhan Miana dan Sambiloto. Setelah itu dilakukan pemekatan dengan cara menambahkan bahan pengikat yang bertujuan untuk mengentalkan cairan dan menyalut senyawa bioaktif agar tidak rusak saat pengolahan dan menutupi rasa pahit," ungkapnya.

Dia mengungkapkan permen herbal ini mengandung saponin, tanin dan flavonoid. 

"Zat tersebut bermanfaat sebagai antimikroba dan dan pemicu imunitas tubuh. Total kami memerlukan waktu dua hari untuk proses pembuatan permen ini karena membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk pengeringannya," paparnya.

Dhanang lebih lanjut menjelaskan permen imunodulator buatannya bersama tim sudah diuji kandungan fitokimianya, juga sudah melakukan uji standar SNI.



like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK