Jokowi Mau Bupati Layani Investasi-Ekspor dengan Baik

Ia ingin pemda sejalan dengan UU Cipta Kerja

Presiden Jokowi. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin para bupati di Indonesia memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada pengusaha dan investor dalam izin investasi serta ekspor. Karena, investasi dan ekspor akan menjadi kunci pemulihan ekonomi Indonesia.

Permintaan ini disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Istana Negara pada Jumat (26/3/2021). 

"Saya minta untuk ekspor, investasi, itu betul-betul diberikan pelayanan yang baik, jadi yang namanya ada pabrik yang ekspor, UMKM yang ekspor, tolong ini didorong, berikan bantuan. Kalau ada investasi datang di kabupaten Bapak, Ibu sekalian, tolong dilayani dengan sebaik-baiknya," ujar Jokowi.

Jokowi tak ingin izin investasi yang sudah dipercepat oleh pemerintah pusat melalui penerbitan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, justru jadi tetap sulit di daerah.

"UU Cipta Kerja, PP, perpres semua sudah diundangkan, yang sangat memudahkan bagi pengusaha untuk membuka investasi, membuka lapangan pekerjaan, jadi berikan pelayanan yang sebaik-baiknya," katanya.

Selain itu, pemerintah pusat juga sudah membuat sistem perizinan investasi yang terpadu dan cepat, yaitu Online Single Submission (OSS). Sistem ini dikelola oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Jangan sampai sekarang ini kita di BKPM ada online single submission, yang sangat cepat, tetapi begitu keluar dari sana, harus ke provinsi, harus ke kabupaten, harus ke kota, kemudian di daerah ini juga harus cepat," tuturnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta agar bupati melayani investasi dan ekspor sebaik mungkin karena berharap kedua sektor ini bisa tumbuh positif dalam waktu cepat. Pasalnya, Jokowi meyakini kedua sektor ini yang bisa menjadi kunci pemulihan ekonomi Indonesia usai tertekan krisis akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal ini lantaran indikator konsumsi rumah tangga yang selama ini menyumbang kontribusi besar ke ekonomi, belum pulih. Daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya kembali dan cenderung tertahan.

"Karena kunci ekonomi kita sekarang ini ada di dua tadi, investasi dan ekspor, karena APBN terbatas. APBN itu tidak akan naik lebih dari 5 persen, APBN ya naiknya hanya dikit sekali, sangat terbatas. yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, ya investasi itu," jelasnya.

Di sisi lain, untuk memulihkan ekonomi, mantan wali kota Solo itu juga meminta para bupati untuk bisa mengendalikan gas dan rem dalam mengeluarkan kebijakan pembukaan sektor-sektor tertentu di tengah pandemi. Tujuannya, agar ekonomi bisa bergerak, tapi kasus tak bertambah banyak.

"Percepatan pemulihan ekonomi menjadi kunci, tapi gas dan remnya harus diatur. Misal mau buka pasar, tapi covid-nya naik, ya setop dulu. Lalu per sektor dulu, jangan semua dibuka, hati-hati," pungkasnya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK