Jangan Stres dan Parno! Ini Penjelasan Ilmiah Mengenai Covid-19 dari Ahli Virus dr. Moh. Indro Cahyono

Covid-19 tidak bisa hidup di benda-benda mati

Ilustrasi virus corona/ist

Jakarta, Nusantara TV-Sejak pertama kali pandemi covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020, mayoritas masyarakat di Tanah Air langsung dicekam kepanikan hingga berkembang menjadi paranoid yang berlebihan. Pasalnya, pemberitaan mengenai wabah yang pertama kali melanda Kota Wuhan, China pada Desember 2019 ini cenderung menyeramkan.  Kehebohan di media sosial semakin menyiksa pikiran dan mental masyarakat.

Bukan hanya masyarakat dari kalangan awam yang dihantui paranoid akut, namun tak sedikit dari kalangan intelektual juga panik dan takut. 

Ketidaktahuan dan potensi bahaya yang ditimbulkan membuat mayoritas masyarakat dihantui rasa takut. Semua termakan bayang-bayang ketakutan yang dipicu pemikiran seandainya dirinya terpapar. 

Untungnya pada momen yang tepat dr. Moh. Indro Cahyono seorang virolog atau ahli virus muncul memberikan pencerahan terkait virus corona. Literasi komprehensif yang disampaikan dr. Moh. Indro Cahyono lewat berbagai forum lambat laun berhasil mengubah sudut pandang dan paranoid yang meracuni masyarakat. Sehingga masyarakat bisa lebih tenang dan dapat mengendalikan dirinya.

Bahkan melalui pesan berantai yang disampaikan melalui media sosial, disebutkan Brig. Jen. Dr. Mardjo Subiandono Eks. Kepala Team kedokteran Istana Kepresidenan mengaku sedikit lega dan mengucapkan terimakasih kepada doktor Indro yang telah memberikan pemahaman yang baik mengenai covid-19.

Berikut Penjelasan Ilmiah terkait Covid-19 oleh dr. Moh. Indro Cahyono (ahli virus)

1. Virus (termasuk covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup. Dia tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati. Namun ada catatannya. Kalau misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu/ludah) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalau baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Kalau sudah mengering virusnya akan mati.

Baca juga: Duh! Covid-19 Varian Delta Kini Mendominasi Dunia

2. Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus, virus flu, TB, paru, dan lain-lain. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor 1. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama dropletnya kering, dibersihkan maka viruspun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat 3 jalur yakni mata, hidung dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan air + sabun, air panas atau cairan antis, cuka/asam.

3. Virus tidak bisa hidup di air panas, air asin, cuka, atau cairan asam. Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi vit E (brokoli, kelor) dan vit C (jeruk, mangga, dll).

4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total, bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan (paru,TB, hippertensi, asma, kanker dan tumor)

5. Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah. Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 x lipat dibandingkan dengan manula. Anti bodi di hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres bagi yang sudah positif cukup mengonsumsi vitamin dan antibiotik. Jangan ke rumah sakit yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah.

6. Jangan stres dan panik. Karena antibodi akan lambat berproduksi. Dengan itulah kita mudah terserang. Apalagi stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) lalu membuat tubuh lemah.

7. Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks. Di panci, kardus, udara, gagang pintu, aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana maka cukup dibersihkan saja.

8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara.

9. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali. Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi. Hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan data bahwa orang ini pernah terinfeksi. Sehingga sehari kena besok atau paling lambat 2 hari sudah sembuh lagi.

dr. Moh. Indro Cahyono menekankan di balik pandemi covid-19 yang tengah melanda dunia sekarang ini ada hikmah penting yakni semua orang jadi sadar mengenai kesehatan.

Ia juga berpesan agar selalu menumbuhkan rasa optimisme dan pentingnya memiliki pengetahuan tentang virus. Dan jangan membuat asumsi salah yang dapat menimbulkan kepanikan. 

Literasi yang diberikan oleh dr. Moh. Indro Cahyono tentunya sedikit banyak telah membantu kita semua untuk lebih tenang dan rasional dalam menghadapi pandemi covid-19. Meski kini menurut informasi virus ini telah bermutasi menjadi multi varian dan lonjakan kasus infeksi kembali terjadi. 

Karena pemerintah juga telah memberikan panduan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan covid-19 yakni dengan memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun serta menjaga jarak dari kerumunan. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK