Pembangunan Masjid Raya Jaktim Dinilai Tak Tepat Lokasi

Pemprov disebut telah memberikan dana hibah ke masjid di Cakung Barat
Pembangunan Masjid Raya Jaktim Dinilai Tak Tepat Lokasi
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, masjid raya yang juga dibangun Pemprov DKI

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah Gubernur DKI Anies Baswedan, berencana membangun masjid raya di daerah Jakarta Timur (Jaktim). Masjid yang mulai dibangun tahun 2020 ini, alokasi dana pembangunan konstruksinya mencapai Rp 64 miliar.

Baca juga: Dua Tahun Anies, PDIP: TGUPP Enggak Ada Kerja

Anggaran Masjid Raya Jakarta Timur diusulkan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Pembangunan konstruksi dengan metode single years, atau pengerjaannya dalam jangka waktu satu tahun.

Menurut Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta, Heru Herwanto, Masjid Raya Jakarta Timur nantinya berdiri di atas lahan seluas 1 hektar dengan luas bangunan sekitar 18 ribu meter persegi, di kawasan Cakung Barat.

Tempat ibadah tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar 10 ribu jamaah.

"Rencananya masjid raya ini dibangun tiga lantai, agar dapat menampung 10 ribu jamaah. Lokasinya di Cakung Barat, tahun depan mulai tahap pembangunannya, sekitar dua tahun baru selesai," ujar Heru, di Gedung DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Sementara menurut Ketua Komisi D DPRD DKI, Ida Mahmudah, awalnya Dinas CKTRP mengajukan anggaran masjid sekitar Rp 40 miliar. Tapi setelah dihitung kembali secara rinci, pihak Dinas CKTRP mengusulkan penambahan anggaran sekitar Rp 24 miliar.

"Memang mereka sempat menganggarkan Rp 40 miliar untuk pembangunan masjid ini. Namun, mereka mengajukan usulan penambahan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Jadinya kita setujui di angka 64 miliar untuk pembangunan masjid raya di Jakarta Timur," jelasnya.

Sementara, Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menilai tak tepat jika masjid di bangun di tempat yang cukup banyak masjid sebelumnya.

"Kalau mau bangun masjid, ya harus berjarak atau jauh dari masjid yang lain. Kalau sudah ada di situ, ngapain bangun lagi di situ?" ujar Gembong beberapa waktu lalu.

Dibandingkan membangun masjid yang tak tepat sasaran, Gembong menyarankan uangnya dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat lainnya.

Terlebih, Cakung Barat ialah salah satu daerah yang menerima dana hibah masjid dari Anies pada tahun 2019. Artinya, dengan membangun masjid lagi di daerah tersebut, Anies dianggap sama saja tak melakukan pemerataan pembangunan.

"Kalau di daerah situ masjid-masjid sudah mendapatkan dana hibah dari Pemprov, ya jangan bangun masjid lagi. Agar asas pemerataan tetap terlaksana," tandasnya.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0