Jokowi Ucap Salam Berbagai Agama di HUT NasDem

Sebelumnya MUI Jatim mengimbau umat Islam dan pejabat tak melakukan hal itu
Jokowi Ucap Salam Berbagai Agama di HUT NasDem
Presiden Jokowi di HUT ke-8 Partai NasDem

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap salam secara Islam dan agama lainnya sebelum menyampaikan pidatonya dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Partai Nasional Demokrat (NasDem) di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2019) malam. 

Baca juga: Jokowi Bakal Bahas Usulan Mendagri Soal Pilkada Langsung 

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semuanya. Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan," ujar Jokowi. 

Assalamulaikum merupakan salam yang diajarkan Islam kepada pemeluknya. Sementara Om Swastiastu salam yang diucapkan umat Hindu, Namo Buddhaya ialah salam yang biasa disampaikan umat Budha.

Usai mengucap salam, Jokowi menyapa sejumlah tamu undangan yang hadir, termasuk ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. 

Jokowi pun  melanjutkan pidato dengan membenarkan seluruh ucapan pada pidato sebelumnya, yang disampaikan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. 

"Apa yang tadi disampaikan oleh Bang Surya Paloh, benar semuanya. Benar semuanya, enggak ada yang salah," kata dia. 

Diketahui, pengucapan salam agama lain dipermasalahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim). Mereka mengeluarkan imbauan kepada umat Islam dan para pejabat, untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi.

Imbauan tertuang dalam surat edaran bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin. 

Pada surat, MUI Jatim menyebut bahwa mengucapkan salam semua agama adalah sesuatu yang bidah, mengandung nilai syuhbat, dan patut dihindari umat Islam. 

"Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bidah, yang tidak pernah ada di masa lalu. Minimal mengandung nilai syubhat, yang patut dihindari," demikian salah satu bunyi surat tersebut.

Imbauan ini menimbulkan pro dan kontra. Salah satu yang tak setuju ialah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang menilai jika ucapan salam lintas agama merupakan simbol toleransi. 



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0