Diduga Politik Uang, Caleg Gerindra Masuk DPO

Disinyalir lakukan politik uang ketika Pemilu 2019, caleg Gerindra diburu polisi
Diduga Politik Uang, Caleg Gerindra Masuk DPO
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Elvan J Siagian)

Jakarta, Nusantaratv.com - Polisi tengah memburu calon legislatif (caleg) DPRD DKI Jakarta dari Gerindra, Wahyu Dewanto. Pasalnya, Wahyu diduga melakukan tindak pidana politik uang saat Pemilu 2019 sehingga dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan terdaftar dalam nomor laporan polisi LP/3945/NII/2019/Dit.Reskrimum tanggal 1 Juli 2019.

"Ada laporan dari seseorang berkaitan dengan dugaan tindak pidana politik uang. Setelah kita memeriksa, penyelidikannya menggunakan Undang-Undang Pemilu," ujar  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Menurut Argo, penyidikan kasus tersebut awalnya ditangani penyidik Sentra Gakkumdu dan berkas perkara telah dikirim ke Kejaksaan Agung. Ketika penyidikan, Wahyu tak memenuhi dua kali panggilan yang penyidik.

"Jadi, ada batas waktu yang dibutuhkan untuk penyidikan. Kita membuat panggilan pertama dan kedua, tapi yang bersangkutan tidak hadir sehingga kita melakukan sidang in absentia (ketidakhadiran)," jelas Argo.

Karenanya, polisi membuat pengumuman Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Wahyu Dewanto. Surat pengumuman terdaftar dengan nomor surat DPO/205/VII/2019/Ditreskrimum tanggal 12 Juli 2019.

"Jadi, ada (surat) edaran dari Kejagung RI makannya kita buat pengumuman (pencarian orang)," jelas Argo.

Berikut bunyi pengumuman DPO Wahyu:

"Pengumuman berdasarkan :

1. Laporan Polisi Nomor: LP/3945/NII/2019/ Dit. Reskrimum, tanggal 1 Juli 2019;

2. Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp.Sidik/2217/VII/2019/Ditreskrimum, tanggal 2 Juli 2019; dan

3. Daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/205/VII/2019/ Ditreskrimum, tanggal 12 Juli 2019.

Atas dasar tersebut Subditkemneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang melakukan pencarian terhadap tersangka atas nama Ir. H. Wahyu Dewanto, SH.,MH, yang beralamat di Asrama Polri RT 07 RW 14 Palmerah Kodya, Jakarta Barat, karena diduga melakukan Tindak Pidana Politik Uang dalam Pemilu Tahun 2019, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523 ayat (1) jo Pasal 280 ayat (1) huruf j Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Bagi yang mengetahui keberadaan tersangka tersebut dapat menghubungi Penyidik Subditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya melalui nomor HP : 081218870999." (Rizk)



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0