Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Memakan Anggaran Sampai Rp 1,511 Triliun :: Nusantaratv.com

Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Memakan Anggaran Sampai Rp 1,511 Triliun

Mitigasi Dampak COVID-19, Kementerian PUPR Siapkan Program Padat Karya Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Senilai Rp 1,511 Triliun
Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Memakan Anggaran Sampai Rp 1,511 Triliun
Sosialisasi gerakan cuci tangan pakai sabun/ PUPR

Jakarta, Nusantaratv.com - Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya mencegah berbagai penyakit, utamanya yang saat ini tengah dikhawatirkan yakni virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Untuk mendukung PHBS dan upaya pencegahan penyebaran COVID-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sarana prasarana air bersih dan sanitasi.

Adapun dukungan ini diberikan melalui program Padat Karya Tunai (PKT) Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Selain untuk mencegah penyebaran virus Corona, program padat karya Pamsimas dan Sanimas juga bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan daya beli masyarakat terutama rakyat kecil yang disampaikan saat telekonferensi Rapat Terbatas akhir Maret lalu.

Baca Juga: Kementerian PUPR Perluas Cakupan Layanan Program Padat Karya di 2.865 Lokasi

"Program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pembangunan infrastruktur padat karya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Pada Tahun Anggaran 2020 Pamsimas dilaksanakan di 4.717 desa dengan total anggaran program ini sebesar Rp 1,120 triliun. Program Padat Karya Pamsimas dikerjakan oleh 10 orang selama 75 hari sehingga bisa menyerap sebanyak 47.710 tenaga kerja. Pamsimas dilaksanakan dengan menyediakan akses air minum aman melalui uji kualitas air, penyediaan sanitasi untuk stop buang air besar sembarangan (BABS), dan perubahan perilaku dengan mengadopsi gaya hidup bersih sehat seperti gerakan cuci tangan pakai sabun.

Sebagai upaya penanganan penyebaran COVID-19, Program Pamsimas juga mensosialisasikan gerakan cuci tangan pakai sabun (CPTS) dengan menyediakan sambungan kran air dan sabun serta penggunaan masker di lokasi pembangunan Pamsimas seperti Desa Mekarsari, Kecamatan Merbau Provinsi Riau, Desa Sukamerindu, Kecamatan Sukamerindu Provinsi Sumatera Selatan, dan Desa Samustida, Kecamatan Teluk Kramat, Provinsi Kalimantan Barat.

Sementara Sanimas dilaksanakan di 1.028 lokasi dengan total anggaran program ini sebesar Rp 391 miliar. Program Sanimas dikerjakan oleh 15 orang selama 75 hari sehingga menyerap 15.420 tenaga kerja. Beberapa kegiatan pembangunan Sanimas di antaranya seperti pembangunan prasarana mandi cuci kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR).

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0