Kampanye Anti Pembajakan

Terhitung ada 100 pelaku ekonomi kreatif yang mendaftarkan diri dalam program Kampanye Anti Pembajakan yang diadakan secara gratis tersebut.
Kampanye Anti Pembajakan
Keseuruan yang terjadi pada acara Kampanye Anti Pembajakan di Bandung/ Bekraf

Bandung, Nusantaratv.com - Kampanye Anti Pembajakan sukses menyedot perhatian para pengunjung Trans Studio Mall Bandung. Terbukti dari antusias hadirin yang menyimak gelar wicara dan penuhnya daftar hadir pengunjung yang tersedia. 

Kuota pendaftar pun penuh untuk konsultasi dan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Terhitung ada 100 pelaku ekonomi kreatif yang mendaftarkan diri dalam program yang diadakan secara gratis tersebut.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai penyelenggara acara memang sengaja mengadakan acara ini demi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pembajakan.

"Kita ingin ada kecenderungan anak-anak muda dan semua kalangan untuk mulai sadar anti pembajakan," ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam acara Kampanye Anti Pembajakan di Bandung, (15/9/2019).

Baca Juga: IKKON Akan Hadir di Bekraf Festival 2019

Di Kampanye Anti Pembajakan, pengunjung pun menjadi tahu betapa pentingnya mendaftarkan HKI untuk meminimalisir pembajakan. Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema begitu bersemangat menjelaskan kepada hadirin mengenai hal tersebut.

"Daripada kita dirugikan garagara orang lain meniru karya kita, lebih baik kita daftarkan HKI karya kita terlebih dahulu. Jangan sampai kejadian seperti Ruben Onsu yang terlambat mendaftarkan merek Bensu. Walaupun sudah digugat ke pengadilan, Ruben Onsu tetap kalah karena Bensu alias Bengkel Susu sudah daftar duluan," jelas Ari.

Sementara itu, hadir pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan Justisiari P. Kusumah, Pemilik Shopataleen Kania Rahim, musisi Sandy Canester, serta perwakilan dari Google, Bukalapak, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional dan Asosiasi Produser Film Indonesia.