Ini Lima Sebab Pria Tidak Subur

Setelah sekian tahun menikah namun belum memiliki momongan, seorang wanita terkadang mulai gelisah. Pertanyaan yang sering muncul, apakah dirinya mandul?

Masalah kesuburan tidak hanya terjadi pada wanita, pria pun bisa mengalami masalah kesuburan.
Nusantaratv.com - Setelah sekian tahun menikah namun belum memiliki momongan, seorang wanita terkadang mulai gelisah. Pertanyaan yang sering muncul, apakah dirinya mandul? Sebaiknya pikiran-pikiran seperti ini dihindari, karena masalah kesuburan tidak hanya terjadi pada wanita, pria pun bisa mengalami masalah kesuburan.
 
Dari sebuah penelitian, 30 persen kasus infertilitas yang terjadi, disebabkan oleh masalah kesuburan pada pria. Jadi seandainya pasangan yang telah lama menikah namun belum dikaruniai anak, sebaiknya periksakanlah ke dokter lengkap suami dan isteri.
 
Seperti yang dialami wanita, masalah kesuburan pada pria dapat terjadi karena beberapa sebab:
 
1. Adanya Masalah pada Sperma
Sperma pria yang dapat membuahi adalah sperma yang sehat, ciri-ciri sperma sehat adalah bisa berenang dengan baik dan memiliki ukuran ideal. Tidak sedikit terjadi pada masalah pada sperma pria sehingga tidak dapat membuahi. Beberapa masalah sperma pria seperti:
  • Oligospermia, kondisi di mana jumlah sperma tergolong rendah pada air mani. Menurut World Health Organization (WHO), jumlah sperma ideal yang keluar per ejakulasi adalah di atas 15 juta sperma per mililiter. Pada kasus oligospermia, jumlah sperma yang keluar berada di bawah angka tersebut.
  • Azoospermia, kondisi di mana jumlah sperma pada air mani sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Ini terjadi pada 1 persen dari seluruh pria di dunia, dan 10-15 pria infertil mengalami azoospermia.

  • Teratospermia, kondisi di mana sperma yang dihasilkan berbentuk tidak normal. Bentuk sperma yang baik adalah memiliki kepala dengan bentuk oval yang mulus dan ekor panjang yang kuat. Sedangkan dalam kondisi tertospermia, bentuk sperma tidak sempurna sehingga sulit untuk membuahi sel telur.
  • Asthenozoospermia, kondisi di mana mayoritas sperma di air mani kurang aktif bergerak. Lebih tepatnya, jumlah sperma yang bergerak efektif (motility) kurang dari 40 persen atau jumlah sperma yang bergerak progresif kurang dari 32 persen.
  • Necrozoospermia, kondisi di mana mayoritas atau bahkan semua sperma di air mani sudah mati saat ejakulasi.
 
2. Impotensi
Impotensi merupakan salah satu sebab pria tidak subur. Impotensi atau disfungsi ereksi, adalah kondisi dimana seorang pria tidak mampu melakukan ereksi. Kasus disfungsi ereksi ini dapat terjadi pada pria di usia berapa pun dan kondisi seperti ini dianggap tidak normal. Risiko seorang pria mengalami impotensi meningkat seiring bertambahnya usia. Namun tidak berarti semakin menua seorang pria akan mengalami impotensi.
 
 
3. Masalah Ejakulasi
Masalah ejakulasi juga bisa menjadi penyebab Anda dan pasangan sulit memiliki keturunan. Ada 2 masalah ejakulasi yang bisa dialami pria, yaitu:
  • Ejakulasi dini. Mengutip Alodokter, ini adalah kondisi ketika pria berejakulasi atau mengeluarkan sperma terlalu cepat, yakni kurang dari satu menit setelah penetrasi atau masturbasi dilakukan. Pada sebagian kasus, ejakulasi bahkan bisa terjadi sebelum penetrasi seksual dilakukan.
  • Ejakulasi Retrograd. Masalah ejakulasi ini muncul saat air mani masuk ke dalam kandung kemih. Padahal seharusnya air mani keluar dari penis saat proses orgasme. Jadi meski Anda mencapai klimaks saat melakukan aktivitas seksual, Anda mungkin hanya mengeluarkan air mani dalam jumlah sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

4. Masalah pada Testis
Kelainan pada testis juga bisa menyebabkan masalah infertilitas. Ada beberapa masalah pada testis, antara lain:
  • Trauma pada Testis. Trauma muncul saat testis disakiti dengan sengaja sehingga mengalami cedera. Saat testis mengalami cedera atau trauma, maka zat yang berada di dalamnya juga bisa ikut rusak.
  • Torsio Testis. Masalah lain yang mungkin terjadi pada testis dan bisa menyebabkan pria tidak subur adalah torsio testis. Testis terletak di dalam skrotum dan terlindungi oleh sebuah struktur yang disebut korda spermatik. Terkadang korda spermatik terputar di sekitar testis sehingga menghambat aliran darah menuju testis. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit yang tiba-tiba, tapi cukup parah. Rasa sakit ini juga dibarengi dengan testis yang membengkak.
 
5. Diabetes
Seorang pria yang memiliki penyakit diabetes, berpotensi mengalami masalah kesuburan. Penyakit diabetes akan mempengaruhi kondisi organ reproduksi. Seorang pria yang menderita penyakit diabetes dapat mengalami disfungsi ereksi sehingga akan mempengaruhi kadar hormon testosteronnya menjadi lebih rendah.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK