Pemerintah Dorong Transformasi Rantai Pasok dan Logistik Berbasis Digital

Kemenperin terus mendorong transformasi rantai pasok dan logistik pada sektor industri yang berbasis teknologi digital.
Pemerintah Dorong Transformasi Rantai Pasok dan Logistik Berbasis Digital
Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwidahjono/ Kemenperin

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong transformasi rantai pasok dan logistik pada sektor industri yang berbasis teknologi digital seperti, physical internet, IT standards, data analytics, cloud, blockchain, robotics & automation. 

Hal tersebut bertujuan untuk mendukung efisiensi biaya logistik, penurunan biaya administrasi, serta mengeliminasi biaya memindahkan dokumen fisik lintas batas internasional.

Baca Juga: Pabrik Alat Listrik Senilai Rp 500 Miliar Pacu Industri Nasional

"Transformasi logistik yang berbasis digital sangat diperlukan mengingat adanya tren sosial dan perubahan pola bisnis pada era digital," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Sigit menuturkan, melalui transformasi manajemen rantai pasok dan logistik yang berbasis platform logistik 4.0, diproyeksikan mampu mendorong perubahan metode serta cara pertukaran data antar ekosistem logistik menjadi lebih efisien. 

"Jadi, yang sebelumnya menggunakan pertukaran data bilateral menjadi platform digital, sehingga akan meningkatkan keamanan dan kemudahan akses pada informasi end-to-end rantai pasok," kata Sigit.

Sementara itu, logistik 4.0 juga dinilai meningkatkan kepastian atas keaslian dan imutabilitas dokumen digital, meningkatkan kolaborasi ekosistem dan kepercayaan alur kerja lintas organisasi. 

"Tentunya, transformasi tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya logistik Indonesia yang saat ini kurang lebih mencapai 24% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan meningkatkan indeks kinerja logistik Indonesia yang saat ini masih berada di bawah negara-negara Asia lainnya seperti, Vietnam, India, dan China," ungkap Sigit.

Meski demikian, apabila dibandingkan dengan tahun 2013, ada penurunan biaya logistik yang sebelumnya 25,7%. 

"Melalui transformasi platform logistik 4.0 ditargetkan dapat mengurangi biaya logistik Indonesia sebesar 13,5% dari PDB sektor industri dan khususnya meningkatkan indeks kinerja logistik Indonesia. Harapannya dengan penurunan biaya logistik ini, maka daya saing kita akan meningkat," kata Sigit.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0