Menuju Industri Kelapa Sawit High Technology Industrialisation

Dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh USU, Nurdin Tampubolon mengulas dengan lugas hasil karyanya yang berjudul 'Ma'rufnomics: Ekonomi Baru Indonesia'.
Menuju Industri Kelapa Sawit High Technology Industrialisation
Seminar Naisonal Bedah Buku bersama alumni profesional USU, Medan/ Dok. USU

Medan, Nusantaratv.com - Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar 'Bedah Buku Bersama Alumni Profesional di Auditorium USU, Medan, Kamis (17/10/2019). Pada acara tersebut, USU mengundang Dr. Ir. Nurdin Tampubolon untuk menerangkan intisari dari buku yang berjudul 'Ma'rufnomics: Ekonomi Baru Indonesia'.

Perlu diketahui, buku Ekonomi Baru Indonesia merupakan karya pribadi dari seorang Nudin dalam melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut Nurdin, pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pada sektor industri kelapa sawit bisa dapat dimaksimalkan lagi dibandingkan saat ini.

Baca Juga: Nurdin Tampubolon: Industri Kelapa Sawit Berpotensi Hasilkan Rp 140 Triliun

Nurdin menjelaskan bahwa industri kelapa sawti Indonesia saat ini masih menggunakan metode tradisional. Sedangkan negara lain termasuk Malaysia, sudah lebih maju jauh.

"Industri kelapa Sawit Indonesia masih tradisional, atau tanpa industrialisasi. Industri tanpa Industrialisasi tetap disematkan untuk industri kelapa sawit nasional, jadi kita belum menggunakan high technology disini," ujar Nurdin Tampubolon.

Nurdin meyakini, indsutri kelapa sawit Indonesia, sesungguhnya dapat lebih maju dibandingkaan Malaysia sekalipun. Hal tersebut dinilai Nurdin, jika Indsutri kelapa sawit nasional dapat bertransformasi dengan baik.

"Industri kelapa sawit nasional perlu bertransformasi, meninggalkan technology life industrialisation, dan menuju era high technology industrialisation," kata Nurdin Tampubolon.

Sebagai informasi, Nurdin Tampubolon merupakan alumni Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatra Utara tahun 1981.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0