Mentan: Kalteng Menjadi Super Prioritas Program Ketahanan Pangan Nasional :: Nusantaratv.com

Mentan: Kalteng Menjadi Super Prioritas Program Ketahanan Pangan Nasional

Gerakan Tanam Padi Serentak Dilakukan di Lahan 72 Hektar di Desa Belanti
Mentan: Kalteng Menjadi Super Prioritas Program Ketahanan Pangan Nasional
Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Kelompok Tani Sido Mekar/ Kemendagri

Palangkaraya, Nusantaratv.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bersama Kelompok Tani Sido Mekar Desa Belanti melakukan 'Gerakan Tanam Padi Serentak' di Desa Belanti, Kabupaten Kapuas.

Gerakan Tanam Padi Serentak jenis padi varietas unggul itu dilakukan di atas lahan 72 hektar di Desa Belanti tersebut, bahkan 200 ribu hektar lebih lahan di Kalimantan Tengah siap digarap untuk area pertanian.

"Kalimantan Tengah menjadi super prioritas program ketahanan pangan nasional dan ratusan ribu hektar lahan di Kalimantan Tengah akan dioptimalisasikan menggunakan kemampuan teknologi, mekanisasi dan manajemen pertanian yang lebih baik sehingga mampu menjadi penyangga pangan nasional sesuai Instruksi Presiden tentang Pembukaan Lahan Sawah Baru di Kalimantan Tengah," ujar Mentan pada (15/5/2020).

Baca Juga: Mentan Canangkan Gerakan Tanam Padi di Seluruh Indonesia

Mentan mengharapkan ratusan ribu hektar lahan yang ada di Kalimantan Tengah dapat dijadikan penyangga pangan nasional melalui upaya-upaya penanaman yang intensif.

"Hari ini saya sudah hadir di sini melihat seperti apa Pulang Pisau, Kapuas, dan lain sebagainya yang ada di Kalimantan Tengah bersama Bapak Gubernur, untuk memastikan lahan-lahan yang akan kita ekspansi, intensifikasi dan ekstensifikasi dari lahan-lahan yang ada itu, menjadi lahan-lahan yang produktif," kata Mentan.

Mentan juga menyatakan berbagai upaya pemerintah mempersiapkan lapangan kerja di sektor pertanian sehingga diharapkan peluang bagi generasi milenial untuk bekerja dan berkarya di sektor pertanian terbuka lebar.

"Sekarang bertani tidak harus manual saja. Mekanisasi anak-anak tamatan SMK. Jadi mekanisasi yang bagus kita latihkan ke anak-anak muda menjadi pionir-pionir di lapangan. Kalau mereka merasa pertanian itu menghasilkan uang yang lebih pasti, pasti dia akan turun tangan," ungkap Mentan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0