Jaga Produktivitas Karet, Kementan Lakukan Pengendalian Penyakit GDK :: Nusantaratv.com

Jaga Produktivitas Karet, Kementan Lakukan Pengendalian Penyakit GDK

Kementan Terus Melakukan Upaya Pengendalian Penyakit Gugur Daun Guna Menjaga Produktivitas Karet
Jaga Produktivitas Karet, Kementan Lakukan Pengendalian Penyakit GDK
Ilustrasi getah pohon karet/ stock.adobe.com

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, menjamin pertanian tetap produktif meski di masa pandemi covid 19. Kepada para petani, Mentan menekankan untuk tetap meningkatkan produktivitas dan pengembangan komoditasnya maupun usaha pertanian. Banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan produksi, salah satunya disebabkan oleh serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 

Sejalan dengan itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar pengendalian penyakit Gugur Daun Karet (GDK) di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. 

Kegiatan ini, menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono dilakukan untuk mengurangi kehilangan produksi akibat OPT yang menyerang Karet.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu dan mendorong petani dalam melakukan pengendalian OPT secara mandiri pada pusat-pusat serangan, agar OPT terkendali dan tidak meluas pada areal tanaman lainnya," ujar Kasdi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pemerintah Akan Beli 10 Ribu Ton Karet Langsung Dari Petani

Menurut Kasdi, upaya pengendalian ini perlu dilakukan meski saat ini terjadi pandemi covid 19, agar produktivitas karet terjaga dan petani tetap berpenghasilan. Tentu saja dengan memperhatikan protokol Kesehatan, sesuai anjuran pemerintah.

"Diharapkan petani tetap semangat melakukan perawatan tanaman karetnya, khususnya pengendalian OPT sehingga kehilangan hasil dapat dicegah dan produksi karet petani tidak menurun," ungkap Kasdi.

Salah satu upaya untuk mengurangi kehilangan hasil karet petani, Direktorat Jenderal Perkebunan telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2020 melalui Tugas Pembantuan (TP). Untuk Provinsi Jambi, kegiatan pengendalian dilakukan di lahan perkebunan karet di Kabupaten Tebo, seluas 100 ha.

Sementara untuk Bangka Belitung pengendalian dilaksanakan di kebun karet seluas 50 ha yang berlokasi di Kabupaten Bangka. Sedangkan untuk Provinsi Sumatera Selatan kegiatan akan dilaksanakan di Kota Prabumulih seluas 50 ha.

"Untuk Jambi dan Babel kegiatannya sudah dimulai sejak 11 Mei lalu, sedangkan untuk Sumsel kegiatannya akan dilaksanakan di Bulan Juni," kata Kasdi.

Penyakit GDK yang tidak ditangani dengan baik, berpotensi menurunkan produktivitas karet yang berimbas pada penurunan produksi nasional dan penurunan pendapatan petani. Penyakit GDK yang sering menyerang ini disebabkan jamur Colletotrichum gloeosporioides, Corynespora cassiicola, Oidium heveae, Fusicoccum sp., dan Pestalotiopsis sp serta penyakit jamur akar putih.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0