Industri Makanan Miliki Nilai Investasi Hingga Rp 26,4 Triliun :: Nusantaratv.com

Industri Makanan Miliki Nilai Investasi Hingga Rp 26,4 Triliun

Industri Makanan Jadi Penyumbang PMDN Terbesar
Industri Makanan Miliki Nilai Investasi Hingga Rp 26,4 Triliun
Ilustrasi industri makanan/ Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada periode Januari-September 2019, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari sektor industri manufaktur mencapai Rp 52,8 triliun yang terdiri dari 5.133 proyek. Sedangkan, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dari sektor industri manufaktur sebesar 6,3 miliar dollar AS yang meliputi sebanyak 7.210 proyek. 

Adapun tiga penyumbang terbesar bagi PMDN sektor manufaktur di periode tersebut, yakni industri makanan dengan nilai investasi hingga Rp 26,4 triliun (1.649 proyek), kemudian disusul industri logam, mesin dan elektronik serta industri instrumen kedokteran, presisi, optik dan jam yang menyentuh angka Rp 7,6 triliun (656 proyek). Berikutnya, industri kimia dan farmasi mencapai Rp 6,8 triliun (678 proyek). 

Sementara itu, tiga kontributor besar untuk PMA di periode yang sama, yaitu industri logam, mesin dan elektronik serta industri instrumen kedokteran, presisi, optik dan jam yang menggelontorkan dananya hingga 2,3 miliar dollar AS (1.520 proyek), kemudian diikuti industri kimia dan farmasi mencapai USD1 miliar (940 proyek). Berikutnya, industri makanan sebesar 1 miliar dollar AS (1.359 proyek).

Baca Juga: Pemerintah Kian Serius Pacu Investasi Sektor Manufaktur

Menperin optimistis, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama investasi khususnya bagi sektor industri manufaktur. Potensi ini lantaran didukung dengan ketersediaan pasar yang besar dan bahan baku yang melimpah. 

"Sejumlah investor skala global telah menyatakan minatnya untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka guna memenuhi kebutuhan di pasar domestik hingga ekspor," ujar Menperin beberapa waktu lalu.

Sedangkan keunggulan lainnya, yakni Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang cukup banyak dan kompetitif. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintahan Presiden Jokowi pada periode keduanya, yang ingin meningkatkan kualitas SDM dalam upaya mewujudkan visi Indonesia maju. Selain itu, target merebut peluang dari momentum bonus demografi. 

"Oleh karenanya, guna menciptakan SDM kompeten yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini, Kemenperin semakin gencar menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi. Program yang telah dijalankan, di antaranya adalah pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri serta pelatihan Diklat 3in1," kata Menperin.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0