Eskpor Batik Tembus Angka Rp 747 Miliar pada 2018

Pada tahun 2018, Kemenperin mencatat nilai ekspor batik Tanah Air mampu menembus 52,4 juta dolar AS.
Eskpor Batik Tembus Angka Rp 747 Miliar pada 2018
Pedagang Batik/ Katadata-Ajeng Dinar Ulfiana

Jakarta, Nusantaratv.com - Kemenperin mencatat sebagian besar industri batik nasional adalah sektor industri kecil dan menengah (IKM). Saat ini, terdapat 101 sentra industri batik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Barat. 

Adapun Sentra-sentra tersebut meliputi sebanyak 3.782 unit usaha industri batik yang telah menyerap tenaga kerja hingga 15.055 orang.

Baca Juga: Genjot Daya Saing, Kemenperin Terus Pacu Inovasi Industri Batik

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (IKFTLMATE), BPPI Kemenperin, Sony Sulaksono menyampaikan, batik Nusantara memiliki berbagai keunggulan, di antaranya motif yang beragam dengan filosofi dan nilai seni dan warisan budaya yang sangat tinggi dan desain menarik sesuai tren atau mode yang terus berkembang.

"Dalam upaya menjaga permintaan pasar yang semakin meningkat, pemerintah terus memberikan dukungan iklim usaha yang kondusif serta mendorong penggunaan perangkat teknologi yang tepat dan cocok dalam proses produksi batik termasuk proses produksi bersih dan eko-efisiensi yang dipertimbangkan menjadi prioritas untuk diterapkan dalam industri batik nasional," ujar Sony beberapa waktu lalu.

Sementara itu, meningkatnya pertumbuhan industri batik di Indonesia dalam kurun 10 tahun terakhir, menjadikan batik dan produk batik buatan lokal mampu menguasai perdagangan pasar dunia dengan nilai ekspor mencapai 52,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 747,4 miliar sepanjang tahun 2018.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0