Indonesia Menderita Kerugian Ekonomi Rp 1.356 Triliun Akibat Covid-19

Di sisi lain, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan bahwa Indonesia bisa banyak belajar dari China soal pemulihan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani/ist

Jakarta, Nusantara TV-Pandemi covid-19 mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar terhadap Indonesia. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kerugian akibat covid-19 mencapai Rp 1.356 triliun. 

“Sebelum Covid, (perekonomian) ditargetkan tumbuh 5,3 persen dan kita kemudian berakhir dengan minus 2,07 persen. Maka, nilai ekonomi yang hilang akibat Covid estimasinya sekitar Rp 1.356 triliun atau 8,8 persen dari PDB 2020,” papar Sri Mulyani dikutip dari Jawa Pos, Jumat (30/4/2021). 

Kondisi yang ditimbulkan pandemi covid-19 memaksa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus menjalankan fungsi countercyclical. Akibatnya, belanja negara naik hingga Rp 284 triliun atau tumbuh 12,3 persen dibandingkan 2019 lalu.

Dalam kurun waktu yang sama, pendapatan negara turun Rp 312,8 triliun. Angka itu turun 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi belanja yang lebih besar daripada pendapatan itu membuat APBN 2020 defisit hingga 6,1 persen dari PDB.

Ani sapaan akrab Sri Mulyani mengatakan selama belanja negara masih meningkat dan pendapatan negara masih turun, defisit anggaran masih akan di atas 3 persen tahun ini.

Baca juga: BI Optimis Pemulihan Ekonomi Terwujud di 2021

Di sisi lain, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan bahwa Indonesia bisa banyak belajar dari China soal pemulihan ekonomi. Negeri Tirai Bambu itu berhasil menumbuhkan perekonomiannya hingga mencapai 18,3 persen pada kuartal I 2021.

“Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi China sudah tumbuh positif sejak kuartal II 2020. Ini saya kira akibat dari kesuksesan mereka mengendalikan virus secara tepat,” pungkasnya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK