Hyundai Setop Jalur Perakitan di Korsel Akibat Kekurangan Suku Cadang

Hyundai Sempat Hentikan Pabriknya di India Selama Lima Hari.

Ilustrasi Hyundai Avante. (Net)

Nusantaratv.com - Hyundai Motor Co., pada Kamis (10/6/2021) mengatakan, mereka telah menangguhkan beberapa jalur perakitan pabrik utamanya di Korea Selatan (Korsel), akibat kekurangan pasokan suku cadang menyusul sejumlah karyawan yang terinfeksi Covid-19.

Hyundai Motor menangguhkan empat dari lima pabrik di Ulsan, 414 kilometer tenggara Seoul, pada Kamis (10/6/2021) sore waktu setempat, akibatnya kurangnya pasokan komponen mobil dari Hyundai Mobis Co, kata juru bicara perusahaan melalui telepon.

"Beberapa pekerja Hyundai Mobis terinfeksi Covid-19, dan pasokan modul kokpit yang terganggu mengakibatkan pabrik ditangguhkan," kata Hyundai, dikutip dari kantor berita Yonhap, Kamis (10/6/2021).

Perusahaan mengharapkan dimulainya kembali pasokan suku cadang dari Hyundai Mobis setelah otoritas kesehatan selesai melakukan tindakan karantina di pabrik suku cadang itu.

Baca Juga: Mantap! Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Hyundai-Kia Naik Hampir 47 Persen

Saat ini, pabrik Hyundai nomor 1, 2, 4 dan 5 ditangguhkan, sedangkan pabrik nomor 3, yang memproduksi Avante compact dan subkompak Venue, masih terus beroperasi.

Bulan lalu, Hyundai sempat menghentikan pabriknya di India selama lima hari mulai 25 Mei, karena dua pekerja di pabrik Tamil Nadu terinfeksi Covid-19 dan beberapa pekerja melakukan aksi duduk di pabrik pada 24 Mei di tengah meningkatnya kekhawatiran virus mematikan itu di kalangan pekerja.

Di sisi lain, pabrik luar negeri Hyundai lainnya tetap beroperasi meskipun terjadi kekurangan chip semikonduktor global. Sementara di dalam negeri, Hyundai telah menghentikan sementara sejumlah pabrik dalam beberapa pekan terakhir karena kekurangan chip semikonduktor.

Hyundai memiliki tujuh pabrik domestik, yakni lima di Ulsan, satu di Asan dan satu di Jeonju, serta 10 pabrik di luar negeri, yakni empat di China, dan masing-masing di Amerika Serikat, Republik Ceko, Turki, Rusia, India, dan Brasil. Kapasitas gabungan mereka mencapai 5,5 unit juta kendaraan.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK