Video Seks Mahasiswa UGM dan Kekasih Berjumlah Puluhan

Video mesum Jibril Abdul Aziz bersama diketahui berjumlah lebih dari satu
Video Seks Mahasiswa UGM dan Kekasih Berjumlah Puluhan
Konferensi pers penangkapan mahasiswa UGM, Jibril Abdul Aziz (Tribunnews)

Jakarta, Nusantaratv.com -Kasubdit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Yulianto, mengungkapkan video seks antara mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Jibril Abdul Aziz (26) dengan kekasihnya, BCH (24), diketahui lebih dari satu. Jumlahnya puluhan, mengingat hubungan keduanya berlangsung sejak 2017. Seluruh video, hasil rekaman kedua sejoli tersebut.

"Mereka sendiri yang merekam, mungkin untuk koleksi pribadi. Tapi ternyata digunakan tersangka karena sakit hati," ujar Yulianto, Selasa (20/8/2019).

Polisi sendiri telah menangkap Jibril yang sebelumnya dilaporkan orangtua BCH karena menyebarkan video dan foto mesum korban. Kasus ini telah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Dalam satu bulan, kami bisa ungkap kasus ini dan sudah P21 ke kejaksaan. Ini kasus ITE tercepat yang bisa ditangani ditkrimsus Polda DIY," kata Yulianto.

Sejumlah barang bukti disita polisi, salah satunya satu kardus minyak oles yang berkhasiat sebagai obat kuat berhubungan badan, yang berisi enam bungkus. Lalu ada 1 unit ponsel Xiaomi 8 warna biru dan kartu SIM, 1 boks ponsel Samsung J 7 Pro dengan kartu SIM, 1 sarung warna ungu motif batik, 1 bantal leher warna hitam putih, 1 jam tangan warna hitam, 1 mataram warna hitam, dan 1 sprei motif bunga kombinasi warna merah muda biru kuning.

Pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 45 Ayat (1) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Lalu Pasal 29 UU RI 44/2008 tentang Pornografi, sebab pelaku menyebarkan foto dan video vulgar dirinya bersama korban, termasuk saat berhubungan badan.

"Ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan paling lama 12 tahun, denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar," tandas Yulianto.